Model
pembelajaran learning cycle-5E adalah
model pembelajaran yang terdiri atas fase-fase atau tahap-tahap kegiatan yang
diorganisasikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai
kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan
berperan aktif. Model pembelajaran learning
cycle-5E merupakan salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan
paradigma konstruktivisme. Pendekatan teori konstruktivistik pada dasarnya
menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat
keterlibatan proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar lebih berpusat
pada siswa (student centered). Dengan
kata lain, pembelajaran menggunakan model pembelajaran learning cycle-5E “berpusat pada siswa dan guru berperan sebagai
fasilitator” (Trianto, 2007, hlm. 22).
Model
pembelajaran learning cycle-5E
memiliki tujuan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkontruksi
pengetahuan dan pengalaman mereka sendiri dengan terlibat secara aktif
mempelajari materi secara bermakna dengan bekerja dan berpikir baik secara
individu maupun kelompok, sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi
yang harus dicapai dalam pembelajaran. Berbeda
dengan metode pengajaran tradisional yang mendominasikan instruksi
langsung dalam menyampaikan informasi, siklus belajar 5E dengan
pendekatan hands-on di mana siswa dapat mengeksplorasi konsep baru,
mengevaluasi kembali pengalaman masa lalu mereka, dan mengasimilasi atau
mengakomodasi pengalaman baru dan konsep ke dalam skema yang sudah ada (Hagerman,
2012).
Menurut Bybee (2006), fase-fase
dalam model siklus belajar 5E adalah sebagai berikut:
1.
Engagement (Persiapan). Pada fase ini guru mengasses
pengetahuan awal (prior knowledge) siswa dan membantu mereka untuk tertarik
dengan konsep-konsep baru melalui penggunaan kegiatan singkat untuk memicu rasa
ingin tahu. Kegiatan yang dilakukan harus menghubungkan antara pengalaman
belajar sebelumnya dengan pengalaman belajar yang akan dilakukan, mengekspos
konsepsi awal yang telah dimiliki siswa, dan mengorganisasikan pemikiran siswa
untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang akan dilaksanakan.
2.
Exploration (eksplorasi). Pada fase exploration
(eksplorasi) siswa mempunyai kesempatan melakukan kegiatan di mana konsep yang
telah mereka miliki, miskonsepsi, proses belajar dan keterampilan-keterampilan
diidentifikasi dan perubahan konsepsi difasilitasi. Siswa dapat menyelesaikan
kegiatan laboratorium yang akan membantu mereka menggunakan pengetahuan awal
untuk menghasilkan gagasan-gagasan baru, mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan
dan kemungkingan-kemungkinan, dan mendesain dan melaksanakan penyelidikan.
3.
Explanation (penjelasan). Fase explanation (penjelasan)
memfokuskan perhatian siswa pada suatu aspek tertentu dari pengalaman belajar
mereka pada fase engagement (persiapan) dan exploration (eksplorasi) dan
menyediakan kesempatan untuk mendemonstrasikan pemahaman konsep-konsep,
keterampilan-keterampilan proses sains, atau tingkah laku tertentu. Fase ini
juga menyediakan kesempatan kepada guru untuk secara langsung menyampaikan
konsep-konsep, proses-proses, atau keterampilan- keterampilan. Siswa
menjelaskan pemahaman mereka terhadap konseo-konsep. Penjelasan dari guru dapat
membimbing mereka menuju pemahaman yang lebih mendalam, yang merupakan bagian
terpenting dari fase ini.
4.
Elaboration (elaborasi). Pada fase elaboration
(elaborasi) guru menantang dan memperluas pemahaman konseptual dan
keterampilan-keterampilan siswa. Melalui pengalaman-pengalaman belajar yang
baru siswa membangun pemahaman yang lebih dalam dan luas, memperoleh
informasi-informasi, dan keterampilan-keterampilan. Siswa mengaplikasikan
pemahaman mereka tentang konsep-konsep tertentu dengan melakukan
kegiatan-kegiatan tambahan.
5.
Evaluation (evaluasi).Pada fase terakhir dari model
siklus belajar 5E ini, yaitu fase evaluation (evaluasi), siswa berupaya
mengasses pemahaman dan kemampuan mereka. Selain itu pada fase ini guru juga
mempunyai kesempatan untuk mengevaluasi kemajuan siswa dalam mencapai
tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Menurut Fajaroh (2008), model
pembelajaran learning cycle 5E memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1.
Merangsang
kembali siswa untuk mengingat kembali materi pelajaran yang telah mereka
dapatkan sebelumnya.
2.
Memberikan
motivasi kepeda siswa untuk lebih aktif dalam pembelajaran dan menambah rasa
keingintahuan.
3.
Melatih
siswa belajar menemukan konsep melalui kegiatan eksperimen.
4.
Melatih
siswa untuk menyampaikan secara lisan konsep yang telah mereka pelajari.
5.
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk berpikir, mencari, menemukan dan menjelaskan
contoh penerapan konsep yang telah dipelajari.
Learning cycle-5E melalui kegiatan dalam tiap fase mewadahi siswa untuk aktif membangun
konsep-konsep sendiri dengan cara berinteraksi dengan lingkungan fisik maupun
sosial. Implementasi learning cycle-5E
dalam pembelajaran sesuai pandangan konstruktivistik, yaitu:
1. Siswa belajar aktif.
2. Siswa mempelajari materi secara bermakna dengan
bekerja dan berpikir.
3. Pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman sendiri.
4. Informasi dikaitkan dengan skema yang telah dimiliki
siswa.
5. Informasi baru yang dimiliki siswa berasal dari
interpretasi individu.
Dengan
demikian, proses belajar bukan lagi sekedar transfer pengetahuan dari guru ke
siswa, melainkan merupakan proses pemerolehan konsep yang berorientasi pada
keterlibatan siswa secara aktif dan langsung. Proses pembelajaran akan lebih
bermakna dan menjadikan skema dalam diri siswa menjadi pengetahuan fungsional
yang setiap saat dapat diorganisasikan oleh siswa untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi.
Dilihat dari
dimensi guru, implementasi model pembelajaran ini dapat memperluas wawasan dan
meningkatkan kreativitas guru dalam merancang kegiatan pembelajaran. Sedangkan
dilihat dari dimensi siswa, penerapan model pembelajaran learning cycle-5E memberikan kelebihan, sebagai berikut:
1.
Meningkatkan
motivasi belajar karena siswa dilibatkan secara aktif dalam proses
pembelajaran.
2.
Lebih
berpeluang untuk menyampaikan pendapat dan gagasan.
3.
Dapat
menumbuhkan kegiatan belajar.
4.
Pembelajaran
menjadi lebih bermakna.
Adapun
kekuarangan penerapan model pembelajaran learning
cycle-5E menurut Rahmawati (2008, hlm. 18-19), sebagai berikut:
1. Efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang
menguasai materi dan langkah-langkah pembelajaran.
2. Menuntut kesungguhan dan kreatifitas guru dalam
merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
Agar kreativitas anak dapat terwujud
dibutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun
dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik). Bagaimana meningkatkan
kreativitas yang masih terpendam dalam diri siswa? Selanjutnya Munandar (dalam
Mulyana & Sabandar, 2005) mengatakan bahwa ciri-ciri kemampuan yang
berpikir kreatif yang berhungan dengan kognisi dapat dilihat dari kemampuan berpikir
lancar, ketrampilan berpikir luwes, ketrampilam berpikir orisinal, ketrampilan
elaborasi, dan ketrampilan menilai. Penjelasan dari ciri-ciri yang berkaitan
dengan ketrampilan-ketrampilan tersebut diuraikan sebagai berikut.
1.
Ciri-ciri
ketrampilan kelancaran:
a.
Mencetuskan
banyak gagasan dalam pemecahan masalah
b.
Memberikan
banyak jawaban dalam menjawab suatu pertanyaan
c.
Memberikan
banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal.
d.
Bekerja
lebih cepat dan melakukan lebih banyak daripada anak-anak lain.
2.
Ciri-ciri
ketrampilan berpikir luwes (fleksibel):
a.
Menghasilkan
gagasan penyelesaian masalah atau jawaban suatu Pertanyaan bervariasi.
b.
Dapat
melihat suatu msalah dari sudut pandang yang berbeda-beda.
c.
Menyajikan
suatu konsep dengan cara yang berbeda-beda.
3.
Ciri-ciri
keterampilan orisinal (keaslian):
a.
Memberikan
gagasan yang baru dalam menyelesaikan masalah atau jawaban yang lain dari yang
sudah biasa dalam menjawab suatu pertanyaan
b.
Membuat
kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
4.
Ciri-ciri
ketrampilan Memperinci (elaborasi):
a.
Mengembangkan
atau memperkaya gagasan orang lain.
b.
Menambahkan
atau memperici suatu gagasan sehingga meningkatkan kualitas gagasan tersebut.
5.
Ciri-ciri
ketrampilan Menilai (mengevaluasi):
a.
Dapat
menemukan kebenaran suatu pertanyaan atau kebenaran suatu rencana penyelesaian
masalah.
b.
Dapat
mencetuskan gagasan penyelesaian suatu masalah dan dapat melaksanakannya dengan
benar.
c.
Mempunyai
alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mencapai suatu keputusan.
Torrance
(Filsaime, 2007) bahwaada empat karakteristik berpikir kreatif, sebagai sebuah
proses yang melibatkan unsur-unsur orisinalitas, kelancaran, fleksibilitas dan
elaborasi. Keempat dari karakteristik berpikir kreatif tersebut
didefinisikan sebagai:
1. Orisinalitas
Kategori orisinalitas mengacu pada
keunikan dari respon apapun yang diberikan. Orisinalitas yang ditunjukkan oleh
sebuah respon yang tidak biasa, unik dan jarang terjadi. Berpikir tentang masa
depan bisa juga memberikan stimulasi ide-ide orisinal. Jenis pertanyaan-
pertanyaan yang digunakan untuk menguji kemampuan ini adalah tuntutan
penggunaan-penggunaan yang menarik dari objek-objek umum. Misalnya: (1)
desainlah sebuah computer impian masa depan. (2) pikirkan berapa banyaknya
benda yang anda gunakan kabel untuknya.
2. Elaborasi
Elaborasi diartikan sebagai
kemampuan untuk menguraikan sebuah obyek tertentu. Elaborasi adalah jembatan
yang harus dilewati oleh seseorang untuk mengkomunikasikan ide“ kreatif”-nya
kepada masyarakat. Faktor inilah yang menentukan nilai dari ide apapun yang
diberikan kepada orang lain di luar dirinya. Elaborasi ditunjukkan oleh
sejumlah tambahan dan detail yang bisa dibuat untuk stimulus sederhana untuk
membuatnya lebih kompleks. Tambahan-tambahan tersebut bisa dalam bentuk
dekorasi, warna, bayangan atau desain. Contoh berpikir kreatif elaborasi
matematik. Pada suatu hari Pak Dodi pergi ke pasar untuk membeli dua jenis
semen di sebuah tokoh dengan harga Rp 440.000,- lengkapilah data tersebut
sehingga tersusun suatu masalah sistem persamaan linear dua variabel!. Kemudian
selesaikan masalah tadi. Contoh ini memberikan indikator bahwa siswa dapat
melengkapi data untuk menyusun suatu masalah dan menyelesaikannya.
3. Kelancaran
Kelancaran diartikan sebagai
kemampuan untuk menciptakan segudang ide (Gilford, dalam Filsaime, 2007)). Ini
merupakan salah satu indikator yang paling kuat dari berpikir kreatif, karena
semakin banyak ide, maka semakin besar kemungkinan yang ada untuk memperoleh
sebuah ide yang signifikan.
4. Fleksibilitas
Karakteristik ini menggambarkan
kemampuan seseorang individu untuk mengubah perangkat mentalnya ketika keadaan
memerlukan untuk itu, atau kecenderungan untuk memandang sebuah masalah secara
instan dari berbagai perspektif. Fleksibilitas adalah kemampuan untuk mengatasi
rintangan-rintangan mental, mengubah pendekatan untuk sebuah masalah. Tidak
terjebak dengan mengasumsikan aturan-aturan atau kondisi-kondisi yang tidak
bisa diterapkan pada sebuah masalah.
Dibawah ini
merupakan inovasi sintak pembelajaran 5E terhadap kemampuan berfikir kreatif
pada materi larutan penyangga.
|
Sintaks Model
Pembelajaran 5E Konvensional
|
Inovasi
Model Pembelajaran 5E
|
Dampak
Berpikir Kreatif
|
|
Fase 1:
Engagement
|
Fase 1:
Engagement
|
|
|
Guru memusatkan perhatian siswa.
|
Guru membangkitkan minat, motivasi, dan
keingintahuan siswa mengenai materi yang akan dipelajari.
Guru dapat mengajukan pertanyaan
tentang materi pelajaran sebelumnya.
“apakah ada yang masih ingat
mengenai materi minggu lalu tentang asam basa ?”
|
Menghasilkan
gagasan-gagasan yang beragam (berpikir luwes)
|
|
Menggali pengetahuan dasar siswa tentang
materi yang akan diajarkan dengan memberikan pertanyaan yang memotivasi siswa
agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta mengajak siswa untuk
mengkonstruksi pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka berdasarkan
kehidupannya sehari-hari.
“mereka ketahui tentang aplikasi
dan konsep larutan penyangga dalam kehidupan sehari-hari ?
|
· Menghasilkan gagasan-gagasan yang beragam (berpikir
luwes)
|
|
|
Guru membangkitkan minat, motivasi, dan
keingintahuan siswa mengenai materi yang akan dipelajari.
|
Guru menjelaskan fenomena yang
dekat dengan siswa, sehingga siswa merasakan mamfaat mempelajari materi ini.
Guru menyampaikan informasi kepada peserta didik bahwa
darah dalam tubuh kita termasuk larutan penyangga. Mengapa demikian?
Guru menayangkan video singkat tentang larutan penyangga.
|
Menghasilkan
banyak gagasan/jawaban yang relevan (berpikir lancar)
Menghasilkan
gagasan-gagasan yang beragam (berpikir luwes)
Memberikan jawaban yang lain dari pada yang lain.
(berpikir orisinil)
|
|
Guru memfasilitasi siswa dalam menggali pengetahuan
awal melalui pemberian pertanyaan atau masalah yang terkait dengan materi.
|
||
|
Fase 2:
Eksploration
|
Fase 2:
Inquiri
|
|
|
Guru
membagikan LKPD, memberikan suatu permasalahan untuk dicari solusinya oleh
siswa.
|
Membagi
siswa untuk membentuk kelompok diskusi yang heterogen
|
|
|
Siswa
membentuk kelompok untuk diskusi mengenai permasalahan yang diajukan oleh
guru, mencari solusi/jawaban untuk permasalahan tersebut, melakukan
praktikum, melakukan pengujian hipotesis, serta melakukan pengumpulan
data/informasi.
|
Guru
membagi LKPD kepada siswa. Serta memerintahkan siswa mencari berbagai sumber
belajar, baik itu internet dan lain-lain.
|
|
|
Guru
berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan seperlunya kepada siswa.
|
siswa
merumuskan masalah terkait fenomena atau permasalahan yang ada didalam LKPD
dengan bimbingan oleh guru.
|
Siswa mampu merumuskan pokok-pokok
permasalahan
a. Mencari
pernyataan yang jelas dari setiap pertanyaan
|
|
guru
membimbing siswa untuk mengajukan hipotesis atas permasalahan yang telah
dibuat oleh mereka
|
Siswa mampu merumuskan pokok-pokok
permasalahan
a. Mencari
pernyataan yang jelas dari setiap pertanyaan
|
|
|
guru membimbing siswa untuk belajar yaitu dengan
melakukan percobaan sederhana atau
pembuktian atas hipotesis yang telah dibuat.
|
1. siswa mampu mengungkap fakta
yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah
a. Berusaha mengetahui informasi
dengan baik
b. Mengingat kepentingan yang asli
dan mendasar
2. siswa mampu mendeteksi bias
berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda
a. Mencari alternative
b. Mencari
penjelasan sebanyak mungkin apabila memungkinkan
|
|
|
Guru membimbing siswa dalam mengumpulkan data dan
menghubungkan data yang diperoleh dengan literatur-literatur yang sudah didapatkan
diawal pembelajaran.
|
1. Siswa mampu mengungkap fakta
yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah
a. Memakai sumber yang memiliki
kredibilitas dan menyebutkannya
b. Mengingat kepentingan yang asli
dan mendasar
2. Mampu mendeteksi bias
berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda
a. Mengambil posisi ketika ada
bukti yang cukup untuk melakukan sesuatu
3. Mampu menentukan akibat dari
suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan
a. Memperhatikan situasi dan
kondisi secara keseluruhan
b. Bersikap dan berpikir terbuka
|
|
|
Fase 3:
Explanation
|
Fase 3:
Explanation
|
|
|
Siswa melakukan diskusi kelompok untuk menganalisis
data/informasi yang dikumpulkan dari kegiatan pada fase sebelumnya.
|
Siswa melakukan diskusi dikelompoknya masing-masing
untuk menganalisis data yang diperoleh dan mengintegrasikan nya dengan
teori-teori yang ada. kemudian siswa menyampaikan hasil diskusinya didepan
kelas disertai dengan tanya jawab dari kelompok lain atas materi yang dipaparkan
tersebut.
|
Siswa mampu menentukan akibat dari
suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan
a. Memperhatikan situasi dan
kondisi secara keseluruhan
b.
Bersikap dan berpikir terbuka.
|
|
Siswa menjelaskan konsep, informasi, pengetahuan
yang mereka peroleh dari kegiatan pada fase sebelumnya dengan kata-kata
mereka sendiri.
|
Guru memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi
siswa.
Guru mengarahkan
siswa untuk menyimpilkan sendiri hasil dari diskusi. Meluruskan jika ada
kekeliruan.
|
|
|
Guru memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi
siswa.
|
||
|
Guru membantu siswa untuk menemukan kembali
informasi yang hilang atau mengganti informasi yang salah dengan yang baru.
|
||
|
Fase 4:
Elaboration
|
Fase 4:
Elaboration
|
|
|
Siswa mengaplikasikan konsep, informasi, pengetahuan
dan keterampilan yang mereka peroleh pada fase sebelumnya.
|
Siswa mengaplikasikan konsep, informasi, pengetahuan
dan keterampilan yang mereka peroleh pada hasil dikusi
|
|
|
Siswa menerapkan pemahaman konsep mereka dengan
melakukan kegiatan tambahan.
|
Siswa menerapkan pemahaman konsep mereka dengan
melakukan kegiatan tambahan.
|
|
|
Fase 5:
Evaluation
|
Fase 5:
Evaluation
|
|
|
Guru melakukan umpan balik dengan memanggil kembali
ide-ide, pengetahuan atau keterampilan siswa yang telah dipelajari. Umpan
balik dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap topik
yang telah mereka pelajari.
|
Guru melakukan umpan balik dengan menanya kembali
konsep-konsep yang diperoleh dari diskusi. Memastikan siswa benar-benar paham
akan materi yang didiskusikan
|
1. siswa mampu merumuskan
pokok-pokok permasalahan
a. Mencari pernyataan yang jelas
dari setiap pertanyaan
2. Mampu memilih argumen logis,
relevan dan akurat
a. Bersikap secara sistimatis dan
teratur dengan bagian-bagian dari keseluruhan masalah
3. Mampu mendeteksi bias
berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda
Mencari alternative
|
|
Guru melakukan evaluasi/penilaian hasil belajar.
|
||
|
·
|
Guru mengevaluasi dengan memberikan soal latihan
|
Dari inovasi sintaks model diatas, Apakah model ini sudah memunculkan kemampuan
literasi dan apakah sudah berhubungan dengan kemampuan literasi big data,
teknologi,dan kemanusiaan ? beerikan saran anda. Apakah inovasi sintaks model pembelajaran 5E ini sudah dapat untuk memunculkan dan
meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa? Apa pendapat
dan saran kalian terhadap inovasi sintak model pembelajaran 5E yang sudah saya
buat ?

saya akan menjawab pertanyaan dhani yakni Apakah model ini sudah memunculkan kemampuan literasi dan apakah sudah berhubungan dengan kemampuan literasi big data, teknologi,dan kemanusiaan ?
BalasHapusmenurut pendapat saya, literasi itu kan bagaimana siswa dapat berinteraksi dengan ke 3 aspek literasi secara maksimal. dalam pengalikasiannya siswa dituntut untuk dpat memunculkan impact terhadap lingkungan sekitar bahkan individu lainnya sehingga menimbulkan suatu perubahan ke arah lebih baik dari sebelumnya, dan menurut sya apa yang dhani modifikasi belum memunculkan itu secara maksimal. contohnya literasi teknologi, tidak tampak muncul pada kegiatan tiap fase yang dhani buat. jika ingin meningkatkan kemampuan berliterasi siswa maka ke3aspeknya perlu dimasukkan dalam setiap fasenya sehingga bukan hanya sekedar kata-kata literasi saja yang muncul tapi lebih kepada real dan impactnya.
kalau penilaian anda menyatakan belum maksimal, dibagian mana yang perlu ditambahkan ? berikan saran.
HapusGuru bisa membuat website untuk pembelajran atau classroom sehingga kapan pun mereka bisa berdiskusi. kemudian media belajar bisa mengguanakan 3D jadi siswa bisa melihat dari berbagai sudut pandang suatu model
HapusSaya setuju dengan pendapat saudari tri,
HapusBisa menggunakan media belajar 3d atau bisa dengan hologram jika sudah ada, akan lebih bagus. Jadi bisa mengembangkan imajinasi siswa.
Untuk melihat apakah ketiga literasi itu muncul maka bisa dilihat dari hasil dan dampaknya. Menurut saya disini literasi big data dan literasi teknologi dapat terlihat dikarenakan siswa mengubungkan larutan penyangga dengan sistem darah mereka dan siswa disini terlihat membaca atau mencari informasi dari berbagai sumber (literasi big data). Lalu literasi teknologi sendiri tidak serta merta selalu komponen 4D atau yang berbau teknologi canggih sprti robot namun yang penting teknologi itu dapat menjadi media belajar siswa yang dapat meningkatkan minat dan membuat siswa tergugah dalam belajar maka disini video pun sudah terkait adanya literasi teknologi. Namun disni literasi budaya yang tidak muncul dalam inovasi ini. Dan untuk melihat hasil dan dampak bisa kita lihat dari tingkah laku siswa dan pola fikir
BalasHapusterimakasih saudari rifanny, saya membutuhkan saran anda untuk lebih baiknya sintaks ini, terutama pada bagian literasi teknologi. serta menambah khasanah ilmu pad bagian literasi big data literasi kemanusiaan
Hapussependapat dengan kak fanny, menurut saya inovasi yang bang dhani buat sudah bisa dikatakan memunculkan dari kemampuan literasi big data, teknologi, dan kemanusiaan. kemampuan literasi data bisa dilihat pada saat Guru menyampaikan informasi kepada peserta didik bahwa darah dalam tubuh kita termasuk larutan penyangga, memerintahkan siswa mencari berbagai sumber belajar, baik itu internet dan lain-lain. kemudian kemampuan literasi teknologi bisa dilihat pada saat Guru menayangkan video singkat tentang larutan penyangga. kemudian kemampuan literasi kemanusiaan/budaya bisa dilihat pada saat Guru memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi siswa dan Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan sendiri hasil dari diskusi. Meluruskan jika ada kekeliruan.
BalasHapussaya sependapat dengan fanny dan rini bahwa Apakah model ini sudah memunculkan kemampuan literasi dan apakah sudah berhubungan dengan kemampuan literasi big data, teknologi,dan kemanusiaan ? menurut saya literasi big data dan literasi teknologi dapat terlihat dikarenakan siswa menghubungkan larutan penyangga dengan sistem darah mereka dan siswa disini terlihat membaca atau mencari informasi dari berbagai sumber (literasi big data). kemudian kemampuan literasi teknologi bisa dilihat pada saat guru menayangkan video singkat tentang larutan penyangga. kemudian kemampuan literasi kemanusiaan/budaya bisa dilihat pada saat guru memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi siswa dan Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan sendiri hasil dari diskusi.
Hapusmenurut saya dari inovasi sintaks yang Anda buat sudah tampak literasinya namun mungkin perlu penjelasan lebih lagi seperti pada tahap pertama elaborasi "Siswa mengaplikasikan konsep, informasi, pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh pada hasil dikusi" nah, disini 3 literasi tadi bisa tampak jelas jika memang Anda memberikan contoh siswa menggunakan apa dalam proses diskusinya nanti
BalasHapusMenurut saya inovasi yang anda buat sudah bagus, karena telah sudah menempatkan inquiry sebagai pengganti Eksploration. Namun disini saya kurang setuju jika Eksploration diganti dengan inquiry karena menurut saya terlalu berat untuk pencapaian tujuan pembelajaran, pada tahap ini cukup Eksploration dan penguatan tentang mengkonstrak materi bisa diperkuat padak fase selanjudnya pada Explanation (penjelasan) dan fase elaborasi.
BalasHapusSetuju yang disampaikan esa bahwa inovasi yang anda buat sudah bagus, karena sudah menempatkan inquiry sebagai pengganti Eksploration. Namun disini saya kurang setuju jika Eksploration diganti dengan inquiry karena menurut saya terlalu berat untuk pencapaian tujuan pembelajaran
HapusSaya tidak setuju dengan pendapat esa, karena saya setuju bahkan pada tahap eksorasi diganti inquiry, karena ditahap eksplorasi siswa bisa melakukan apapun smpai memperolwh pengtahuan baik itu literasi atau data atau praktikum, nah lebih baik dispesifikkan dengan langkah inquiry saja, tidak harus melakukan semua literasi baik itu nig data ataupun telnologi, ckup bs literasi humanis
Hapusmenurut saya inovasi sintaks yang dibuat sudah baik apabila diterapkan dalam proses pembelajaran, namun untuk memenuhi 3 tuntutan kemampuan literasi (big data, teknologi,dan kemanusiaan) belum terlalu terlihat khususnya pada literasi big data yang kita ketahui berhubungan dengan bidang lainya dalam kehidupan, sedangkan untuk literasi teknologi dan literasi kemanusiaan sudah cukup terlihat dari penggunaan LKPD dan diskusi siswa bersama kelompoknya
BalasHapusSedikit saran untuk bang dani. Secara keseluruhan inovasi yg kk buat sudah bagus. Namun disini jika kk ubah nama sintaknya menjadi inkuiri maka nama model nya bukan lagi 5E. Mungkin bisa dalam tahap Exploration di terapkan dengan pendekatam inkuiri di dalam tahap tahap ekploration nya itu. Karena intinya sama saja. Sama smaa mencari tahu dan ingin menemuman sesuatu dalam masalah yg harus di pecahkan dalam proses pembelajaran.
BalasHapusSaya sependapat dengan saudari rini yaitu inovasi yang bang dhani buat sudah bisa dikatakan memunculkan dari kemampuan literasi big data, teknologi, dan kemanusiaan. kemampuan literasi data bisa dilihat pada saat Guru menyampaikan informasi kepada peserta didik bahwa darah dalam tubuh kita termasuk larutan penyangga, memerintahkan siswa mencari berbagai sumber belajar, baik itu internet dan lain-lain. kemudian kemampuan literasi teknologi bisa dilihat pada saat Guru menayangkan video singkat tentang larutan penyangga. kemudian kemampuan literasi kemanusiaan/budaya bisa dilihat pada saat Guru memberikan klarifikasi terhadap hasil diskusi siswa dan Guru mengarahkan siswa untuk menyimpulkan sendiri hasil dari diskusi. Meluruskan jika ada kekeliruan
BalasHapus