Kamis, 01 November 2018

materi 8 : Semantic Network Pada Materi Kimia (Ikatan Kimia)


            Semantik dari bahasa yunani,: semantikos, memberikan tanda, penting, dari kata sema, tanda) adalah cabang linguistik yang mempelajari arti/makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain. Dengan kata lain, Semantik adalah pembelajaran tentang makna. Semantik biasanya dikaitkan dengan dua aspek lain: sintaksis, pembentukan simbol kompleks dari simbol yang lebih sederhana, serta pragmatika, penggunaan praktis simbol oleh komunitas pada konteks tertentu. Semantik Linguistik adalah studi tentang makna yang digunakan untuk memahami ekspresi manusia melalui bahasa. Bentuk lain dari semantik mencakup semantik bahasa pemrograman, logika formal, dan semiotika.
            Kata semantik itu sendiri menunjukkan berbagai ide - dari populer yang sangat teknis. Hal ini sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menandakan suatu masalah pemahaman yang datang ke pemilihan kata atau konotasi. Masalah pemahaman ini telah menjadi subyek dari banyak pertanyaan formal, selama jangka waktu yang panjang, terutama dalam bidang semantik formal. Dalam linguistik, itu adalah studi tentang interpretasi tanda-tanda atau simbol yang digunakan dalam agen atau masyarakat dalam keadaan tertentu dan konteks. Dalam pandangan ini, suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan proxemics memiliki semantik konten (bermakna), dan masing-masing terdiri dari beberapa cabang studi. Dalam bahasa tertulis, hal-hal seperti struktur ayat dan tanda baca menanggung konten semantik, bentuk lain dari bahasa menanggung konten semantik lainnya.
            Jaringan semantik merupakan salah satu yang dipelajari dalam materi Artificial Inteligence (Kecerdasan Buatan). Jaringan semantik merupakan pengetahuan secara grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek. Dalam jaringan semantik terdapat gambaran pengetahuan grafis yang menunjukkan hubungan antar berbagai objek, terdiri dari lingkaran-lingkaran yang dihubungkan dengan anak panah yang menunjukkan objek dan informasi tentang objek-objek tersebut. Sebagai contoh gambar berikut merupakan salah satu gambaran terhadap pengetahuan yang menggunakan jaringan semantik sebagai salah satu alat pengenalnya.
Jaringan semantik merupakan penggambaran grafis dari pengetahuan yang melibatkan hubungan antara obyek-obyek.
Obyek direpesentasikan sebagai simpul (node) pada suatu grafik berbentuk lingkaran dan hubungan antara obyek-obyek dan faktor deskriptif dinyatakan oleh garis penghubung (link) atau garis lengkung (arch) berlabel.
Obyek dapat berupa jenis fisik, seperti:   buku,mobil, meja, atau bahkan orang; erupakan pikiran, seperti: hukum Ohm; suatu peristiwa/ kejadian, seperti: piknik atau suatu pemilihan; atau tindakan, seperti: membuat rumah atau menulis buku.
Atribut obyek, seperti: ukuran, warna, kelas,             umur, asal-usul, atau karakteristik lainnya bisa digunakan sebagai node. Dalam hal ini,   informasi rinci tentang sesuatu obyek bisa ditampilka dengan baik.
             Tujuan pembuatan jaringan semantik adalah untuk merepresentasikan organisasi dari ide-ide dalam materi pembelajaran agar dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran.  Dengan mengajak siswa menganalisis struktur ide-ide yang dipelajari, berarti membantu kita untuk menganalisis struktur pengetahuannya, yang akan membantunya untuk memadukan ide baru dengan ide yang sudah ada.  Sebagai hasilnya, pengetahuan yang diperoleh lebih utuh dan dapat digunakan dengan lebih akurat. Salah satu contoh semantic yang dibuat oleh penulis pada materi ikatan kimia



Dari bahasan diatas, bagaimana pendapat saudara tentang materi kimia yang yang dihubungkan dengan nilai agama ? berikan masukan saudara tentang semantik diatas. Dengan belajar aneka sumber, apakah menjamin tidak akan ada miss konsepsi pada peserta didik ?


18 komentar:

  1. saya akan mencoba menjawab pertanyaan dhani, Dengan belajar aneka sumber, apakah menjamin tidak akan ada miss konsepsi pada peserta didik ?
    menurut saya belajar dengan beraneka sumber tidak serta merta menjamin tidak terjadi miskonsepsi, nah untuk itu pada akhir pembelajaran mengenai materi kimia melalui semantic networking dibuat kegiatan konfirmasi dan refleksi dari hasil pembelajaran sehingga kemungkinan untuk miskonsepsi berkurang (program yang dibuat diatur dan disesuaikan sedemikian rupa)

    BalasHapus
    Balasan
    1. akan tetapi belajar dengan aneka sumber akan menambah wawasan siswa. dari jawaban anda hanya bisa mengurangi, dengan cara apa bisa kita hilangkan miskonsepsi itu ? takutnya dengan aneka sumber yang dibaca, anak tidak mmampu menyimpulkan sendiri.

      Hapus
    2. Belajar dengan aneka sumber mungkin akan terjadi miss konsepsi jika guru nya tidak mengarahkan atau membatasi materi yg sedang di pelajari hari itu. Misalnya sedang mempelajari faktor2 laju reaksi nah siswa di anjurkan belajar dgn aneka sumber tentang topik faktor2 laju reaksi. Kemudian pada akhir pembelajaran tetap di butuhkan konfrimasi atau refleksi guru tentang pembelajaran hari itu. Agar siswa menjadi puas akan jawaban yang mereka cari.

      Hapus
    3. sependapat dengan dian bahwa Belajar dengan aneka sumber mungkin akan terjadi miss konsepsi jika guru nya tidak mengarahkan atau membatasi materi yg sedang di pelajari hari itu. Misalnya sedang mempelajari faktor2 laju reaksi nah siswa di anjurkan belajar dgn aneka sumber tentang topik faktor2 laju reaksi. Kemudian pada akhir pembelajaran tetap di butuhkan konfrimasi atau refleksi guru tentang pembelajaran hari tersebut

      Hapus
    4. saya sependapat dengan teman-teman bahwa Belajar dengan aneka sumber mungkin akan terjadi miss konsepsi jika guru nya tidak mengarahkan atau membatasi materi yg sedang di pelajari hari itu. Misalnya sedang mempelajari faktor2 laju reaksi nah siswa di anjurkan belajar dgn aneka sumber tentang topik faktor2 laju reaksi. Kemudian pada akhir pembelajaran tetap di butuhkan konfrimasi atau refleksi guru tentang pembelajaran hari itu.

      Hapus
  2. Materi kimia yang dihubungkan dengan agama sangat lah baik, namun penempatannya juga harus sesuai dan jangan membuat siswa menjadi miskonsepsi. Saran untuk semantik diatas sepertinya tidak ada namun ada baiknya coba sedikit dijelaskan yang didiskusikan, yang dikaitkan dengan nilai agama dan kehidupan itu materi ikatan kimia yang mana ikatan kovalen dan ion atau ikatan logam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan anda tentang menghubungkan kimia dengan agama. namun, agama dan kepercayaan yang dianut siswa tentulah beragam. bagaimana kita mengatasi ini ?

      Hapus
  3. Saya setuju dengan pendapat dari saudari rini dan rifanny

    Belajar dengan beraneka sumber memang baik tp sumber yg di ambil harus jelas agar apa yg di dapat dan di pahami sesuai dengan materi yg akan di pelajari, benar jika di akhir pembelajaran di buat konfirmasi dan refleksi sehingga kemungkinan untuk miskonsepsi berkurang (program yang dibuat diatur dan disesuaikan sedemikian rupa) sehingga pola pikir dan konsep awal siswatentang materi ikatan kimia akan sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih jawaban anda.sumber belajar dari dunia maya tentunya tak terbatas. siswa belum bisa memilah mana yang valid dan belum valid. bagaimana anda mensiasati itu ?

      Hapus
  4. materi kimia yang yang dihubungkan dengan nilai agama pada dasarnya memang sangat dianjutkan karena abad 21 yang menuntut belajar secara kolaboratif mengingat semakin perkembangan zaman seamkin banyak hal-hal tak terduga mengingat banyak efek-efek negatif yang timbul dari globalisasi. miss konsepsi pada peserta didik terjadi akibat penyapaian yang tidak tepat, maka dari itu si desainer harus menyusun rangkaian sematic secara sistematis, tepat dan jelas.

    BalasHapus
  5. menurut saya, hal ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tercipta karna ada sebab dan akibat yang diciptakan oleh Tuhan. dari hal ini siswa makin mentaati dan mampu memahami kenapa mereka diciptakan.
    menurut saya bagus, dan lebih bagus jika Anda menambahkan software/aplikasi AI yang dapat membantu siswa.
    sebelumnya, jika siswa ingin belajar melalui aneka sumber, guru harus memberikan arahan bagaimana sumber yang Harus dipilih, kesesuaiannya dengan materi. dan juga, guru tidak boleh lepas tangan dalam memberikan kesempatan pada siswa untuk berpendapat. guru tetap harus memantau pemahaman siswa agar tidak terjadi miskonsepsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas masukan anda. aplikasi seperti apa yang cocok untuk materi ini ?

      Hapus
  6. bisa dengan menggunakan hologram dam juga dengan menggunakan molimod yang di buat dalam android

    BalasHapus
  7. nilai keagamaan pada pembelajran kimia dapat dilaksanakan contohnya pada materi bentuk-bentuk molekul, dimana dapat ditambahkan pada penanaman konsep mikro dari pemebelajaran bentuk molekul ini seperti pemahaman mengenai konsep keberadaan dan penciptaan tuhan, dapat ditekankan kepada siswa bahwa molekul itu tidak dapat diciptakan hanya dapat diubah menjadi bentuk lain, molekul tercipta karena tuhanlah yang menciptakaknnya, seperti itulah kira-kira. disini akan tertanam sikap percaya kepada tuhan yang maha esa pada diri siswa.

    BalasHapus
  8. menurut saya semantic network yang saudara buat sudah cukup bagus dan efektif untuk digunakan, jika dilihat dari sisi keagamaan sudah bagus namun menurut saya saran untuk membuat semantik network tersebut pada segi keagamaan hendaknya dibuat nya umum saja yang mencakup semua agama

    BalasHapus
  9. menurut saya semantic network yang anda buat sudah bagus, jika materi bentuk molekul yang dikaitkan dengan nilai agama menurut saya sangat bagus jika bisa berjalan dangan sebagaimana mestinya yang mana nnti siswa dapat melui pembelajaran yang bearti dan bermakna dalam kehidupannya, namun dalam pembelajaran pada materi kimia jangan lupa untuk menanamkan konsep terbentuknya ikatan ya.

    BalasHapus
  10. saya sangat suka dengan sumatik network yang dibuat, karna didalamnya menamkan nilai keagamaan, nilai kehidupan dan dilakukan visualisai dari materi yang disampaikan, menurut saya ini sangat menarik bila diterapkan karna dekat dengan kehidupan siswa

    BalasHapus
  11. Menurut saya miskonsepsi pada siswa dengan banyaknya literasi malah akan meminimalisir miskonsepsi tsb, karena memang semakin banyak yg kita baca maka pikiran kira akan mngkunstruk yg paling masuk akal dan sesuai, dan juga pada akhir pembelajaran mengenai materi kimia melalui semantic networking dibuat kegiatan konfirmasi atau memberi penguatan dan refleksi dari hasil pembelajaran dari guru diperlukan sehingga kemungkinan untuk miskonsepsi berkurang

    BalasHapus