Jumat, 15 Maret 2019

Materi VI : Penyusunan Rubrik Penilaian Argumentasi dalam Kimia



Kemampuan berargumentasi penting dikembangkan dalam proses pembelajaran kimia karena mampu mengubah pemahaman siswa. Proses pembelajaran kimia memfasilitasi siswa untuk belajar menemukan konsep dengan menerapkan metode ilmiah. Kemampuan argumentasi diperlukan dalam memperbaiki dan membangun kembali ide-ide ilmiah berdasarkan bukti untuk lebih memahami realita yang terjadi di alam. Selain itu kemampuan argumentasi juga diperlukan dalam memberikan pernyataan atau kesimpulan yang diperkuat dengan bukti dan data yang diperoleh dilapangan serta terdapat pembenaran terkait bukti yang digunakan untuk mendukung pernyataan (Hendarto, 2016).
Menurut Supeno (2014) dalam Ichsan (2015) kata argumentasi seringkali merujuk kepada proses interaksi. Istilah argumen pada kehidupan sehari-hari di sebut dengan berdebat. Argumen adalah penjelasan tentang penalaran suatu solusi yang terkait dengan substansi dari klaim, data, bukti, dan dukungan yang memberi kontribusi dalam isi argumen, sedangkan argumentasi adalah terkait dengan proses untuk mendapatkan dan menyusun komponen-komponen tersebut.
Toulmin (1958) dalam Dawson et al. (2016) mengklasifikasikan enam aspek penting dalam sebuah argument, yaitu claim pernyataan merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan, data merupakan bukti-bukti atau informasi yang dijadikan dasar untuk membuat pernyataan, warrant merupakan pernyataan yang menghubungkan claim dan data, backing merupakan bukti yang mendukung warrant, qualifier merupakan bantahan (rebuttal) terhadap pernyataan dan condition atau dukungan terhadap pernyataan.
Menurut Sampson, (2010) dalam Siswanto et al. (2014) model pembelajaran pembangkit argumentasi dirancang untuk melatih keterampilan siswa yamg meliputi keterampilan dalam mengajukan klaim, data, pembenaran, dukungan dan sanggahan berdasarkan pada permasalahan yang diberikan.
Berdasarkan definisi  tersebut tentang argumentasi, maka dapat disimpulkan bahwa argumentasi merupakan sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan, pendapat, sikap, atau keyakinan, dengan didukung oleh fakta-fakta, sehingga mampu meyakinkan dan membuktikan bahwa pendapat tersebut benar atau tidak. Menurut Ichsan, dkk (2016) argumentasi dipandang sebagai hal penting dalam proses belajar sains karena merupakan aktivitas inti yang sangat mendasar dimana para siswa dalam pembelajaran membutuhkan argumentasi untuk memperkuat pemahamannya.Selanjutnya Mc.Neill dan Krajcik (2006) argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti.Selanjutnya tiga fase kemampuan argumentasi siswa.Pada fase pertama yaitu Claim yang merupakan pernyataan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran.Menurut Tan (2003) dalam Ade Cyntia, dkk (2016) dalam fase claim pernyataan berupa masalah muncul dari pemikiran setiap siswa. Dan pada fase ini siswa membuat daftar berupa pernyataan mengenai identifikasi masalah, rumusan masalah, serta analisis masalah. Pada fase kedua yaitu Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan menggunaan data sebagai bukti. Dalam fase ini siswa berdiskusi terkait daftar permasalahan dan mencari bukti yang mendukung pernyataan awal terkait masalah. Semua informasi yang masing-ma sing individu peroleh didiskusikan untuk
menentukan informasi yang tepat digunakan sebagai data pendukung. Pada fase ketiga yaitu Reasoning sebagai pembenaran terkait pernyataan dan bukti yang digunakan.. Siswa dalam kelompok melaporkan dan menyajikan solusi hasil diskusi. Selama presentasi siswa memberi penjelasan terkait solusi permasalahan hasil diskusi.Kemampuanmenjelaskan dan memberi pembenaran berdasarkan pernyataan yang didukung oleh data merupakan bagian dari kemampuan menciptakan argumen. Kriteria pertama dari argumen yaitu klaim merupakan sebuah opini atau pendapat yang dikemukakan oleh seseorang atau sebuah kesimpulan yang ingin diterima oleh orang lain. Kriteria kedua dari argumen adalah dukungan yang disediakan untuk klaim baik berupa bukti dan penalaran yang menghubungkan bukti dengan klaim. Bukti merupakan sesuatu yang dapat membuat audien menerima dan dapat digunakan untuk mendukung klaim yang tidak diterima. Kriteria ketiga dari argumen adalah berusaha untuk mempengaruhi seseorang yang berada dalam ketidaksetujuan. “Berusaha untuk mempengaruhi” adalah sangat penting menentukan sukses dan tidaknya pendapat seseorang.

Instrumen Penilaian Kemampuan Argumentasi Ilmiah  Berorientasi Science Writing Heuristic (SWH)
No
Aspek yang dinilai
Skala penilaian
Skor
1
2
3
1
Mampu menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
3
Mampu menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan (klaim) 
4
Mampu menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
5
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis
Jumlah

Keterangan Skala Nilai Tiap Aspek
No
Aspek penilaian
Skala
Keterangan skala nilai
1
Mampu menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
3
Menyertakan ˃ 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau tabel).
2
Menyertakan 50% - 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau tabel).
1
Hanya menyertakan ˂ 50% data hasil penyelidikan dengan format data (diagram, grafik, atau tabel).
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
3
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak ˃ 5 klaim dengan benar.
2
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak 3 – 5 klaim dengan benar.
1
Mampu membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung lainnya sebanyak ˂ 3 klaim dengan benar.
3
Mampu menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan (klaim) 
3
Mampu menjelaskan data/bukti dari 3 – 4 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
2
Mampu menjelaskan data/bukti dari 2 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
1
Mampu menjelaskan data/bukti dari 1 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
4
Mampu menuliskan alasan (pembenaran
dan pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
3
Mampu menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan
(klaim) pada laporan asam basa dan larutan penyangga (keduanya).
2
Mampu menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan/atau eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim) pada laporan asam basa dan/atau larutan penyangga (salah satu).
1
Tidak menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan eksternal (tidak keduanya) untuk mendukung pernyataan (klaim).
5
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis
3
Mampu mengkaitkan argumen dengan hipotesis pada laporan asam basa dan larutan penyangga.
2
Mampu mengkaitkan argument dengan hipotesis pada laporan asam basa atau pada larutan penyangga.
1
Tidak mengkaitkan argumen  dengan hipotesis.

Berikut diberikan contoh soal


Kompetensi Dasar
Indikator Soal
No
Soal
Jawaban
Level/Skor
3.7 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
1
Suatu reaksi berlangsung dua kali lebih cepat setiap suhu dinaikkan 10oC, apabila pada suhu 25oC laju reaksi suatu reaksi adalah 2y M/s. Berapa laju Reaksi pada suhu 75oC?
Suhu (oC)
25
35
45
55
65
75
Laju reaksi
(M/s)
2y





Isilah tabel kosong diatas serta perhitungannnya dan berikan alasannya!
Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant) menghubungkan Claim dan Data

Claim  :
64y

Data    :
Suhu (oC)
25
35
45
55
65
75
Laju reaksi
(M/s)
2y
4y
8y
16y
32y
64y
rt = (A)  x r0
    = (2)  x 2y
   = 25 x 2y
   = 32 x 2y
   = 64 y
Jadi laju reaksinya adalah 64 y

Warrant :
Pada setiap kenaikan reaksi 2 kali suhu dinaikan 10oC, nah pada saat suhu awal adalah 25oC laju reaksi adalah 2y M/s sehingga jika suhu 35 oC maka 35 oC dikurang 25oC dibagi 10oC lalu dikali 2 (kenaikan reaksi) setalah itu dikali 2 (laju reaksi pada suhu 25oC) sehingga didapat hasilnya 4y M/s dan begitu selanjutnya.
4/100
Claim benar, Data relevan, alasan (Warrant) tidak menghubungkan Claim dan Data
3/75
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada alasan (Warrant)
2/50
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan (Warrant)
1/25
Tidak ada jawaban atau salah
0/0
2
Perhatikan gambar dan data percobaan reaksi pita Mg dengan HCl dibawah ini:
Description: Description: Hasil gambar untuk gambar logam mg dan hcl

Tabuing reaksi
Logam Mg (cm)
10 mL HCl (m)
1
5
1
2
5
2
3
5
3
Berdasarkan gambar dan data percobaan diatas, tabung manakah yang memiliki laju paling cepat, berikanlah data berdasarkan  perbedaan apakah yang dapat diamati? serta berikanlah alasan dari data yang anda berikan!

Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant) menghubungkan Claim dan

Claim:
Tabung reaksi 3

Data:
HCl 3M memiliki konsentrasi yang lebih pekat dibandingkan HCl 2M dan 1M
Banyaknya gelembung yang dihasilkan berbeda:
1.       Logam Mg dengan HCl 1M= sedikit gelembung (lambat)
2.       Logam Mg dengan HCl 2M = sedang (sedang)
3.       Logam Mg dengan HCl 3M = banyak (cepat)

Alasan:
Banyaknya gelembung yang muncul pada reaksi yang ditunjukkan pada percobaan 3 disebabkan oleh konsentrasi dari HCL yang digunakan yaitu sebesar 3M semakin pekat/tinggi konsentrasi yang digunakan berarti jumlah partikel akan bertambah dalam volume tersebut dan menyebabkan tumbukan antar partikel lebih sering terjadi, banyaknya tumbukan memungkinkan tumbukan yang berhasil akan bertambah sehingga laju reaksi meningkatkan. Karena hal inilah pita Mg yang bereaksi dengan HCl 3M lebih banyak menghasilkan gelembung dibandingkan dengan HCl 2M dan HCl 1M

4/100
Claim benar, Data relevan, alasan (Warrant) tidak menghubungkan Claim dan Data
3/75
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada alasan (Warrant)
2/50
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan (Warrant)
1/25
Tidak ada jawaban atau salah
0/0
3
Simak data reaksi berikut :

Percobaan
Bentuk
seng
Suhu[OC]
1
Butiran
 kasar
45
2
sebuk
45

Dari data diatas percobaan berapakah reaksi laju yang paling lambat? Buatlah tabel/data reaksi diatas, urutkanlah reaksi dari laju yang paling cepat hingga laju yang paling lambat dan berikan alasan dari tabel/data yang anda berikan!

Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant) menghubungkan Claim dan Data

Claim:
Percobaan 1

Data:
Data reaksi dari yang berjalan paling cepat hingga paling lambat
Percobaan
Bentuk seng
Suhu [OC]
2
serbuk
45
1
Butiran kasar
45

Alasan:
Dari data reaksi yang berjalan paling cepat hingga paling lambat ini dikarenakan faktor luas permukaan dan suhu yang diberikan pada setiap percobaan. Semakin kecil ukuran suatu zat maka luas permukaan akan semakin besar sehingga semakin cepat reaksi berlangsung dan semakin tinggi suhu suatu zat maka reaksi semakin cepat berlangsung.
4/100
Claim benar, Data relevan, alasan (Warrant) tidak menghubungkan Claim dan Data
3/75
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada alasan (Warrant)
2/50
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan (Warrant)
1/25
Tidak ada jawaban atau salah
0/0
4
Bacalah teks berikut ini:
“ketika membantu memasak didapur, ibu menyarankan ana untuk merebus daging beserta daun pepaya secara bersamaan. Hal ini dikarenakan penambahan daun pepaya dalam proses memasak daging membuat daging lebih cepat empuk”
Berdasarkan wacana diatas, menurut anda apakah fungsi daun pepaya dalam proses pengempukan daging? Dan jelaskan alasan bagaimana daun pepaya dapat mempercepat proses pengempukan daging!



















Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant) menghubungkan Claim dan Data

Claim:
Fungsi daun pepaya sebagai katalis

Data:
Enzim yang terkandung dalam daun pepaya adalah enzim papain yang berfungsi sebagai katalis.

Alasan:
Katalis dapat mempercepat reaksi dengan membentuk senyawa antara atau mengabsorbsi zat yang direaksikan. Yang diamana katalis bekerja menempel pada bagian substrat tertentu dan pada akhirnya dapat menurunkan energi pengaktifan dari reaksi, sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Karena itulah proses pengempukan daging menjadi lebih cepat dengan adanya enzim papain yang terkandung didalam daun pepaya.

4/100
Claim benar, Data relevan, alasan (Warrant) tidak menghubungkan Claim dan Data
3/75
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada alasan (Warrant)
2/50
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan (Warrant)
1/25
Tidak ada jawaban atau salah
0/0

dari uraian diatas saya ingin menanyakan tentang kecocokan penilaian argumentasi dengan berbagai model pembelajaran.   apakah penialain kemampuan argumentasi dalam materi laju reaksi diatas sudah baik ? berikan saran dan komentar anda. kemudian, bagaimana tingkat kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ? apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa. 



15 komentar:

  1. saya akan mencoba menjawab pertanyaan dhani, bagaimana mengukur kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ?
    menurut saya kurang tepat jika disebut mengukur, namun lebih ke keselarasan. menurut saya untuk melihat suatu model pembelajaran itu cocok atau selaras dengan kemampuan argumentasi bisa dengan melihat sintaksisnya/ tahapan pembelajaran, nah dari situ bisa kita lihat, bagian mana dalam pembelajaran yang dapat berpotensi meningkatkan/memunculkan aspek maupun indikator kemampuan berargumentasi. contohnya, model inkuiri terbimbing. menurut saya model inkuiri terbimbing merupaakn salah satu model pembelajaran yang dapat memaksimalkan ptensi kemampuan siswa tidak hanya argumentasi, namun uga kreatif dan kritis (bahkan HOTS). nah dari sintaksis model inkuiri terbimbing dapat terlihat bahwa alah satu tahapannya yakni berhipotesis. jika dikaitkan dengan kemampuan argumentasi, pada tahap hipotesis ini siswa bisa dioptimalisasi kemampuan berargumentainya (aspek claim) melalui simulus yang diberikan guru misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan arahan. selain itu pada model inkuiri ada tahapan dimana siswa mengumpulkan data, nah ditahap ini guru bisa memaksimalkan kemampuan argumentasi aspek evidence maupun reaseoning (mengumpulkan bukti berupa data/fakta serta teori pendukung/penguat claim).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Saya sependepat dengan Kak rini dimana dalam melihat keselarasan antara sintaks suatu model dengan kemampuan argumentasi sebaiknya dibuat suatu tabel dimana penjabaran terdiri dari Langkah-langkah model pembelajarannya, kegiatan guru, kemampuan argumentasi yang diharapkan, serta aspek argumentasi apa yang muncul. Nah setelah dari situ, apabila aspek argumentasi banyak muncul disetiap langkah pembelajaran berarti kemampuan argumentasi tersebut dapat diukur oleh suatu model. Berdasarkan penelitian, beberapa model yang telah diuji dan dapat meningkatkan kemampuan argumentasi seperti Predict-Observe-Explain, Kooperatif tipe TSTS, dan Guide Discovery Learning.

      Hapus
    3. saya sependapat dengan teman-teman diatas Berdasarkan penelitian, beberapa model yang telah diuji dan dapat meningkatkan kemampuan argumentasi seperti Predict-Observe-Explain, Kooperatif tipe TSTS, dan Guide Discovery Learning. karena model ini dapat memunculkan argumentasi siswa contohnya Discovery Learning yang modelnya seperti puzzel yang akan di lengkapi olah siswa, model tidak menyajikan materi utuh.

      Hapus
  2. saya sependapat dengan kk rini bahwasannya cocok atau selaras dengan kemampuan argumentasi bisa dengan melihat sintaksisnya/ tahapan pembelajaran, bagian mana dalam pembelajaran yang dapat berpotensi meningkatkan/memunculkan aspek maupun indikator kemampuan berargumentasi. Dalam argumentasi terdapat Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan dan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan.Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan

    BalasHapus
  3. Untuk melihat kecocokan model dengan kemampuan argumentasi tentu dri karakteristik model itu sendiri dan karakteristik kemampuan argumentasi itu. Harus di buat matriks hubungan antara keduanya dimana kemampuan argumentasi itu akan muncul pada sintak2 model pembelajaran. Sehingga akan kelihatan apakah sebuah model itu bisa memunculkan kemampuan argumentasi siswa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan dian, bisa dilihat dari karakteristik model, karakteristik dari kemampuan argumentasi kemudian setelah itu bisa dibuat matriks untuk melihat keselarasan diantara kedua nya. selain dilihat dari karakteristik model dan karakteristik kemampuan argumentasi itu juga perlu dilihat juga dari karakteristik materi dan semua aspek pendukung proses pembelajaran. model yang cukup cocok untuk meningkatkan kemapuan argumentasi diantaranya model-model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pembelajaran student center. bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran.

      Hapus
  4. Menurut pendapat saya bahwa Untuk melihat kecocokan model dengan kemampuan argumentasi dapat dilihat dari karakteristik model dan karakteristik kemampuan argumentasi. Menambahkan apa yang telah dikemukakan oleh dian, disamping membuat matriks hubungan antara keduanya dimana kemampuan argumentasi itu akan muncul pada sintak2 model pembelajaran juga perlu dibuat analisis secara keseluruhan. Sehingga akan kelihatan apakah sebuah model itu bisa memunculkan kemampuan argumentasi siswa atau tidak.

    BalasHapus
  5. apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa?

    bisa dengan melihat sintaksisnya/ tahapan pembelajaran, nah dari situ bisa kita lihat, bagian mana dalam pembelajaran yang dapat berpotensi meningkatkan/memunculkan aspek maupun indikator kemampuan berargumentasi.
    Lebih baik jika dengan model berbasis kontekstual agar siswa lebih leluasa dalam mengasah kemampuan argumentasi.

    BalasHapus
  6. menurut saya kemampuan argumentasi ini dapat dilakukan untuk model pembelajaran apa saja yang memang ada indikator kemampuan argumentasinya didalamnya. dan juga model pembelajaran ini juga harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materinya

    BalasHapus
  7. menangggapi permasalahan bagaimana mengukur kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ? apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa.
    menurut saya cara mengukur kecocokan suatu model dengan kemampuan argumentasi adalah dengan terlebih dahulu melihat karakteristik model, materi dan semua aspek pendukung proses pembelajaran. model yang cukup cocok untuk meningkatkan kemapuan argumentasi diantaranya model-model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pembelajaran student center. bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. sependapat dengan fira bahwa cara mengukur kecocokan suatu model dengan kemampuan argumentasi adalah dengan melihat karakteristik model, materi dan semua aspek pendukung proses pembelajaran. model yang cocok untuk meningkatkan kemampuan argumentasi diantaranya model-model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pembelajaran "student center". bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran di kelas.

      Hapus
  8. apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa? perhatikan kembali karakteristik model dan materi yang akan dibuat. bahwasanya Argumentasi ilmiah adalah sebuah pernyataan yang didukung oleh beberapa bukti atau fakta yang diukur atau diamati dari kegiatan penyelidikan dan menghubungkan itu semua secara bersama-sama dengan fakta ilmu pengetahuan. Dasar tulisan yang bersifat argumentatif ini adalah berpikir kritis dan logis, sehingga pemikirannya didasarkan pada fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada (Keraf, 2007). Oleh karena itu melalui argumentasi, peserta didik dapat berusaha menunjukkan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga mereka mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu klaim benar atau tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?
      Saya sependapat dengan saudari Tri,
      Dalam pemilihan model kita perlu menyesuailan antara sintak model dan karakteristik materi, Argumentasi merupakan usaha yang dilakukan seseorang dalam menyampaikan suatu pendapat yang disertai fakta yang menguatkan pendapat tersebut.
      argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti.

      Hapus
  9. bagaimana mengukur kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ? apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa.
    sebaiknya diperhatikan dulu poin materi yang akan digunakan, kemudian pilih model yang kita gunakan, lalu antara model dan materi sudah harus sesuai agar mudah bisa memperkirakan apakah model ini cocok dengan menggunakan pola penilaian argumentasi.menurut saya dengan adanya penyesuaian materi, model dan penilaian artinya tidak smeua model bisa menggunakan pola penilaian kemampuan argumentasi. jika memang ada keseuaian antara model, materi dan kemampuan argumentasi maka untuk memperjelas adanya keselarasan yang diperlukan adalah dengan membuat bagan atau matriks hubungan antara model dan kemampuan argumentasi, agar memudahkan kita membuat rubrik penilaiannya, jika tidak ada hubungan yag signifikan, artinya tidak bisa dilakukan penilaian argumentasi

    BalasHapus