Kemampuan
berargumentasi penting dikembangkan dalam proses pembelajaran kimia karena
mampu mengubah pemahaman siswa. Proses pembelajaran kimia memfasilitasi siswa
untuk belajar menemukan konsep dengan menerapkan metode ilmiah. Kemampuan
argumentasi diperlukan dalam memperbaiki dan membangun kembali ide-ide ilmiah
berdasarkan bukti untuk lebih memahami realita yang terjadi di alam. Selain itu
kemampuan argumentasi juga diperlukan dalam memberikan pernyataan atau
kesimpulan yang diperkuat dengan bukti dan data yang diperoleh dilapangan serta
terdapat pembenaran terkait bukti yang digunakan untuk mendukung pernyataan (Hendarto,
2016).
Menurut Supeno
(2014) dalam Ichsan (2015) kata argumentasi seringkali merujuk kepada proses
interaksi. Istilah argumen pada kehidupan sehari-hari di sebut dengan berdebat.
Argumen adalah penjelasan tentang penalaran suatu solusi yang terkait dengan
substansi dari klaim, data, bukti, dan dukungan yang memberi kontribusi dalam
isi argumen, sedangkan argumentasi adalah terkait dengan proses untuk
mendapatkan dan menyusun komponen-komponen tersebut.
Toulmin
(1958) dalam Dawson et al. (2016) mengklasifikasikan
enam aspek penting dalam sebuah argument, yaitu claim pernyataan merupakan pernyataan yang menjawab
permasalahan, data merupakan bukti-bukti atau informasi yang
dijadikan dasar untuk membuat pernyataan, warrant merupakan pernyataan yang menghubungkan claim dan data, backing merupakan bukti yang mendukung warrant, qualifier merupakan bantahan (rebuttal) terhadap
pernyataan
dan
condition atau dukungan terhadap pernyataan.
Menurut Sampson,
(2010) dalam Siswanto et al. (2014) model pembelajaran
pembangkit argumentasi dirancang untuk melatih keterampilan siswa yamg meliputi
keterampilan dalam mengajukan klaim, data, pembenaran, dukungan dan sanggahan
berdasarkan pada permasalahan yang diberikan.
Berdasarkan definisi tersebut tentang argumentasi, maka dapat
disimpulkan bahwa argumentasi merupakan sebuah wacana yang berusaha meyakinkan
atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan, pendapat, sikap, atau keyakinan,
dengan didukung oleh fakta-fakta, sehingga mampu meyakinkan dan membuktikan
bahwa pendapat tersebut benar atau tidak. Menurut Ichsan, dkk (2016)
argumentasi dipandang sebagai hal penting dalam proses belajar sains karena
merupakan aktivitas inti yang sangat mendasar dimana para siswa dalam
pembelajaran membutuhkan argumentasi untuk memperkuat pemahamannya.Selanjutnya Mc.Neill dan
Krajcik (2006) argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab
permasalahan. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau
pembenaran yang
menghubungkan pernyataan dengan bukti.Selanjutnya tiga fase kemampuan
argumentasi siswa.Pada
fase pertama yaitu Claim yang merupakan pernyataan muncul pada fase untuk
mengawali pembelajaran.Menurut Tan (2003) dalam Ade Cyntia, dkk (2016) dalam fase claim pernyataan berupa masalah
muncul dari pemikiran
setiap siswa. Dan pada fase ini siswa membuat daftar berupa pernyataan
mengenai identifikasi
masalah, rumusan masalah, serta analisis masalah. Pada fase kedua yaitu Evidence merupakan data ilmiah yang
mendukung suatu pernyataan menggunaan data sebagai bukti. Dalam fase ini siswa
berdiskusi terkait daftar permasalahan dan mencari bukti yang mendukung
pernyataan awal terkait masalah. Semua informasi yang masing-ma sing individu peroleh
didiskusikan untuk
menentukan informasi yang tepat digunakan sebagai data pendukung. Pada fase ketiga yaitu Reasoning sebagai pembenaran terkait pernyataan dan bukti yang digunakan.. Siswa dalam kelompok melaporkan dan menyajikan solusi hasil diskusi. Selama presentasi siswa memberi penjelasan terkait solusi permasalahan hasil diskusi.Kemampuanmenjelaskan dan memberi pembenaran berdasarkan pernyataan yang didukung oleh data merupakan bagian dari kemampuan menciptakan argumen. Kriteria pertama dari argumen yaitu klaim merupakan sebuah opini atau pendapat yang dikemukakan oleh seseorang atau sebuah kesimpulan yang ingin diterima oleh orang lain. Kriteria kedua dari argumen adalah dukungan yang disediakan untuk klaim baik berupa bukti dan penalaran yang menghubungkan bukti dengan klaim. Bukti merupakan sesuatu yang dapat membuat audien menerima dan dapat digunakan untuk mendukung klaim yang tidak diterima. Kriteria ketiga dari argumen adalah berusaha untuk mempengaruhi seseorang yang berada dalam ketidaksetujuan. “Berusaha untuk mempengaruhi” adalah sangat penting menentukan sukses dan tidaknya pendapat seseorang.
menentukan informasi yang tepat digunakan sebagai data pendukung. Pada fase ketiga yaitu Reasoning sebagai pembenaran terkait pernyataan dan bukti yang digunakan.. Siswa dalam kelompok melaporkan dan menyajikan solusi hasil diskusi. Selama presentasi siswa memberi penjelasan terkait solusi permasalahan hasil diskusi.Kemampuanmenjelaskan dan memberi pembenaran berdasarkan pernyataan yang didukung oleh data merupakan bagian dari kemampuan menciptakan argumen. Kriteria pertama dari argumen yaitu klaim merupakan sebuah opini atau pendapat yang dikemukakan oleh seseorang atau sebuah kesimpulan yang ingin diterima oleh orang lain. Kriteria kedua dari argumen adalah dukungan yang disediakan untuk klaim baik berupa bukti dan penalaran yang menghubungkan bukti dengan klaim. Bukti merupakan sesuatu yang dapat membuat audien menerima dan dapat digunakan untuk mendukung klaim yang tidak diterima. Kriteria ketiga dari argumen adalah berusaha untuk mempengaruhi seseorang yang berada dalam ketidaksetujuan. “Berusaha untuk mempengaruhi” adalah sangat penting menentukan sukses dan tidaknya pendapat seseorang.
Instrumen Penilaian Kemampuan
Argumentasi Ilmiah Berorientasi Science
Writing Heuristic (SWH)
No
|
Aspek yang dinilai
|
Skala penilaian
|
Skor
|
||
1
|
2
|
3
|
|||
1
|
Mampu
menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
|
||||
2
|
Mampu
membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
|
||||
3
|
Mampu
menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan
(klaim)
|
||||
4
|
Mampu
menuliskan alasan (pembenaran dan pendukung) terhadap data/bukti untuk
mendukung pernyataan (klaim)
|
||||
5
|
Mampu
mengkaitkan argument dengan hipotesis
|
||||
Jumlah
|
|||||
Keterangan Skala Nilai Tiap Aspek
No
|
Aspek penilaian
|
Skala
|
Keterangan skala nilai
|
1
|
Mampu
menyertakan data/bukti hasil penyelidikan
|
3
|
Menyertakan
˃ 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau
tabel).
|
2
|
Menyertakan
50% - 75% data hasil penyelidikan dalam format data (diagram, grafik, atau
tabel).
|
||
1
|
Hanya
menyertakan ˂ 50% data hasil penyelidikan dengan format data (diagram,
grafik, atau tabel).
|
||
2
|
Mampu
membuat pernyataan (klaim) untuk menjawab pertanyaan penyelidikan
|
3
|
Mampu
membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung
lainnya sebanyak ˃ 5 klaim dengan benar.
|
2
|
Mampu
membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung
lainnya sebanyak 3 – 5 klaim dengan benar.
|
||
1
|
Mampu
membuat pernyataan (klaim) berdasarkan teori, data/bukti, dan/atau pendukung
lainnya sebanyak ˂ 3 klaim dengan benar.
|
||
3
|
Mampu
menggunakan data/bukti hasil penyelidikan untuk melandasi pernyataan
(klaim)
|
3
|
Mampu
menjelaskan data/bukti dari 3 – 4 percobaan untuk melandasi pernyataan
(klaim).
|
2
|
Mampu
menjelaskan data/bukti dari 2 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
|
||
1
|
Mampu
menjelaskan data/bukti dari 1 percobaan untuk melandasi pernyataan (klaim).
|
||
4
|
Mampu
menuliskan alasan (pembenaran
dan
pendukung) terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
|
3
|
Mampu
menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan
eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan
(klaim)
pada laporan asam basa dan larutan penyangga (keduanya).
|
2
|
Mampu
menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal
dan/atau eksternal terhadap data/bukti untuk mendukung pernyataan (klaim)
pada laporan asam basa dan/atau larutan penyangga (salah satu).
|
||
1
|
Tidak
menuliskan alas an (pembenaran dan pendukung) menggunakan sumber internal dan
eksternal (tidak keduanya) untuk mendukung pernyataan (klaim).
|
||
5
|
Mampu
mengkaitkan argument dengan hipotesis
|
3
|
Mampu
mengkaitkan argumen dengan hipotesis pada laporan asam basa dan larutan
penyangga.
|
2
|
Mampu
mengkaitkan argument dengan hipotesis pada laporan asam basa atau pada
larutan penyangga.
|
||
1
|
Tidak
mengkaitkan argumen dengan hipotesis.
|
Berikut diberikan contoh soal
Kompetensi Dasar
|
Indikator Soal
|
No
|
Soal
|
Jawaban
|
Level/Skor
|
||||||||||||||||||||||||||||
3.7
Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde
reaksi berdasarkan data hasil percobaan
|
Menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
|
1
|
Suatu reaksi berlangsung dua kali lebih cepat setiap suhu dinaikkan 10oC,
apabila pada suhu 25oC laju reaksi suatu reaksi adalah 2y M/s.
Berapa laju Reaksi pada suhu 75oC?
Isilah tabel kosong diatas serta perhitungannnya dan berikan
alasannya!
|
Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant)
menghubungkan Claim dan Data
Claim
:
64y
Data :
rt = (A)
= (2)
= 25 x 2y
= 32 x 2y
= 64 y
Jadi laju reaksinya
adalah 64 y
Warrant :
Pada setiap kenaikan reaksi 2 kali suhu dinaikan 10oC, nah pada saat suhu awal
adalah 25oC laju reaksi adalah 2y M/s sehingga jika suhu 35 oC
maka 35 oC dikurang 25oC dibagi 10oC lalu
dikali 2 (kenaikan reaksi) setalah itu dikali 2 (laju reaksi pada suhu 25oC)
sehingga didapat hasilnya 4y M/s dan begitu selanjutnya.
|
4/100
|
||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data relevan, alasan
(Warrant) tidak menghubungkan Claim dan Data
|
3/75
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data tidak relevan,
dan tidak ada alasan (Warrant)
|
2/50
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim salah, tidak ada Data, dan
tidak ada alasan (Warrant)
|
1/25
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada jawaban atau salah
|
0/0
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
2
|
Perhatikan gambar dan data percobaan reaksi pita Mg
dengan HCl dibawah ini:
![]()
Berdasarkan gambar dan data percobaan diatas, tabung
manakah yang memiliki laju paling cepat, berikanlah data berdasarkan perbedaan apakah yang dapat diamati? serta
berikanlah alasan dari data yang anda berikan!
|
Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant)
menghubungkan Claim dan
Claim:
Tabung reaksi 3
Data:
HCl 3M memiliki konsentrasi yang lebih pekat dibandingkan HCl 2M dan
1M
Banyaknya gelembung yang dihasilkan berbeda:
1. Logam Mg dengan HCl 1M= sedikit gelembung
(lambat)
2. Logam Mg dengan HCl 2M = sedang (sedang)
3. Logam Mg dengan HCl 3M = banyak (cepat)
Alasan:
Banyaknya gelembung yang muncul pada reaksi yang ditunjukkan pada
percobaan 3 disebabkan oleh konsentrasi dari HCL yang digunakan yaitu sebesar
3M semakin pekat/tinggi konsentrasi yang digunakan berarti jumlah partikel
akan bertambah dalam volume tersebut dan menyebabkan tumbukan antar partikel
lebih sering terjadi, banyaknya tumbukan memungkinkan tumbukan yang berhasil
akan bertambah sehingga laju reaksi meningkatkan. Karena hal inilah pita Mg
yang bereaksi dengan HCl 3M lebih banyak menghasilkan gelembung dibandingkan
dengan HCl 2M dan HCl 1M
|
4/100
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data relevan, alasan
(Warrant) tidak menghubungkan Claim dan Data
|
3/75
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada
alasan (Warrant)
|
2/50
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan
(Warrant)
|
1/25
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada jawaban atau salah
|
0/0
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
3
|
Simak data reaksi berikut :
Dari data diatas percobaan berapakah reaksi laju
yang paling lambat? Buatlah tabel/data reaksi diatas, urutkanlah reaksi dari
laju yang paling cepat hingga laju yang paling lambat dan berikan alasan dari
tabel/data yang anda berikan!
|
Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant)
menghubungkan Claim dan Data
Claim:
Percobaan 1
Data:
Data reaksi dari yang berjalan paling cepat hingga paling lambat
Alasan:
Dari data reaksi yang berjalan paling cepat hingga paling lambat ini
dikarenakan faktor luas permukaan dan suhu yang diberikan pada setiap
percobaan. Semakin kecil ukuran suatu zat maka luas permukaan akan semakin
besar sehingga semakin cepat reaksi berlangsung dan semakin tinggi suhu suatu
zat maka reaksi semakin cepat berlangsung.
|
4/100
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data relevan, alasan (Warrant) tidak
menghubungkan Claim dan Data
|
3/75
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada
alasan (Warrant)
|
2/50
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan
(Warrant)
|
1/25
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada jawaban atau salah
|
0/0
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
4
|
Bacalah teks
berikut ini:
“ketika membantu
memasak didapur, ibu menyarankan ana untuk merebus daging beserta daun pepaya
secara bersamaan. Hal ini dikarenakan penambahan daun pepaya dalam proses
memasak daging membuat daging lebih cepat empuk”
Berdasarkan wacana diatas,
menurut anda apakah fungsi daun pepaya dalam proses pengempukan daging? Dan
jelaskan alasan bagaimana daun pepaya dapat mempercepat proses pengempukan
daging!
|
Claim benar, Data relevan, dan alasan (Warrant)
menghubungkan Claim dan Data
Claim:
Fungsi daun pepaya sebagai katalis
Data:
Enzim yang terkandung dalam daun pepaya adalah enzim papain yang
berfungsi sebagai katalis.
Alasan:
Katalis dapat mempercepat reaksi dengan membentuk senyawa antara atau
mengabsorbsi zat yang direaksikan. Yang diamana katalis bekerja menempel pada
bagian substrat tertentu dan pada akhirnya dapat menurunkan energi
pengaktifan dari reaksi, sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
Karena itulah proses pengempukan daging menjadi lebih cepat dengan adanya
enzim papain yang terkandung didalam daun pepaya.
|
4/100
|
||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data relevan, alasan (Warrant) tidak
menghubungkan Claim dan Data
|
3/75
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim benar, Data tidak relevan, dan tidak ada
alasan (Warrant)
|
2/50
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Claim salah, tidak ada Data, dan tidak ada alasan
(Warrant)
|
1/25
|
||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada jawaban atau salah
|
0/0
|

saya akan mencoba menjawab pertanyaan dhani, bagaimana mengukur kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ?
BalasHapusmenurut saya kurang tepat jika disebut mengukur, namun lebih ke keselarasan. menurut saya untuk melihat suatu model pembelajaran itu cocok atau selaras dengan kemampuan argumentasi bisa dengan melihat sintaksisnya/ tahapan pembelajaran, nah dari situ bisa kita lihat, bagian mana dalam pembelajaran yang dapat berpotensi meningkatkan/memunculkan aspek maupun indikator kemampuan berargumentasi. contohnya, model inkuiri terbimbing. menurut saya model inkuiri terbimbing merupaakn salah satu model pembelajaran yang dapat memaksimalkan ptensi kemampuan siswa tidak hanya argumentasi, namun uga kreatif dan kritis (bahkan HOTS). nah dari sintaksis model inkuiri terbimbing dapat terlihat bahwa alah satu tahapannya yakni berhipotesis. jika dikaitkan dengan kemampuan argumentasi, pada tahap hipotesis ini siswa bisa dioptimalisasi kemampuan berargumentainya (aspek claim) melalui simulus yang diberikan guru misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan arahan. selain itu pada model inkuiri ada tahapan dimana siswa mengumpulkan data, nah ditahap ini guru bisa memaksimalkan kemampuan argumentasi aspek evidence maupun reaseoning (mengumpulkan bukti berupa data/fakta serta teori pendukung/penguat claim).
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSaya sependepat dengan Kak rini dimana dalam melihat keselarasan antara sintaks suatu model dengan kemampuan argumentasi sebaiknya dibuat suatu tabel dimana penjabaran terdiri dari Langkah-langkah model pembelajarannya, kegiatan guru, kemampuan argumentasi yang diharapkan, serta aspek argumentasi apa yang muncul. Nah setelah dari situ, apabila aspek argumentasi banyak muncul disetiap langkah pembelajaran berarti kemampuan argumentasi tersebut dapat diukur oleh suatu model. Berdasarkan penelitian, beberapa model yang telah diuji dan dapat meningkatkan kemampuan argumentasi seperti Predict-Observe-Explain, Kooperatif tipe TSTS, dan Guide Discovery Learning.
Hapussaya sependapat dengan teman-teman diatas Berdasarkan penelitian, beberapa model yang telah diuji dan dapat meningkatkan kemampuan argumentasi seperti Predict-Observe-Explain, Kooperatif tipe TSTS, dan Guide Discovery Learning. karena model ini dapat memunculkan argumentasi siswa contohnya Discovery Learning yang modelnya seperti puzzel yang akan di lengkapi olah siswa, model tidak menyajikan materi utuh.
Hapussaya sependapat dengan kk rini bahwasannya cocok atau selaras dengan kemampuan argumentasi bisa dengan melihat sintaksisnya/ tahapan pembelajaran, bagian mana dalam pembelajaran yang dapat berpotensi meningkatkan/memunculkan aspek maupun indikator kemampuan berargumentasi. Dalam argumentasi terdapat Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan dan muncul pada fase untuk mengawali pembelajaran. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan.Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan
BalasHapusUntuk melihat kecocokan model dengan kemampuan argumentasi tentu dri karakteristik model itu sendiri dan karakteristik kemampuan argumentasi itu. Harus di buat matriks hubungan antara keduanya dimana kemampuan argumentasi itu akan muncul pada sintak2 model pembelajaran. Sehingga akan kelihatan apakah sebuah model itu bisa memunculkan kemampuan argumentasi siswa.
BalasHapussependapat dengan dian, bisa dilihat dari karakteristik model, karakteristik dari kemampuan argumentasi kemudian setelah itu bisa dibuat matriks untuk melihat keselarasan diantara kedua nya. selain dilihat dari karakteristik model dan karakteristik kemampuan argumentasi itu juga perlu dilihat juga dari karakteristik materi dan semua aspek pendukung proses pembelajaran. model yang cukup cocok untuk meningkatkan kemapuan argumentasi diantaranya model-model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pembelajaran student center. bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran.
HapusMenurut pendapat saya bahwa Untuk melihat kecocokan model dengan kemampuan argumentasi dapat dilihat dari karakteristik model dan karakteristik kemampuan argumentasi. Menambahkan apa yang telah dikemukakan oleh dian, disamping membuat matriks hubungan antara keduanya dimana kemampuan argumentasi itu akan muncul pada sintak2 model pembelajaran juga perlu dibuat analisis secara keseluruhan. Sehingga akan kelihatan apakah sebuah model itu bisa memunculkan kemampuan argumentasi siswa atau tidak.
BalasHapusapakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa?
BalasHapusbisa dengan melihat sintaksisnya/ tahapan pembelajaran, nah dari situ bisa kita lihat, bagian mana dalam pembelajaran yang dapat berpotensi meningkatkan/memunculkan aspek maupun indikator kemampuan berargumentasi.
Lebih baik jika dengan model berbasis kontekstual agar siswa lebih leluasa dalam mengasah kemampuan argumentasi.
menurut saya kemampuan argumentasi ini dapat dilakukan untuk model pembelajaran apa saja yang memang ada indikator kemampuan argumentasinya didalamnya. dan juga model pembelajaran ini juga harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materinya
BalasHapusmenangggapi permasalahan bagaimana mengukur kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ? apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa.
BalasHapusmenurut saya cara mengukur kecocokan suatu model dengan kemampuan argumentasi adalah dengan terlebih dahulu melihat karakteristik model, materi dan semua aspek pendukung proses pembelajaran. model yang cukup cocok untuk meningkatkan kemapuan argumentasi diantaranya model-model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pembelajaran student center. bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran
sependapat dengan fira bahwa cara mengukur kecocokan suatu model dengan kemampuan argumentasi adalah dengan melihat karakteristik model, materi dan semua aspek pendukung proses pembelajaran. model yang cocok untuk meningkatkan kemampuan argumentasi diantaranya model-model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada pembelajaran "student center". bila model pembelajaran yang diterapkan sudah student center maka dapat diasumsikan akan terjadi peningkatan argumentasi karena disini siswa akan dituntut dapat aktif dalam proses pemeblajaran di kelas.
Hapusapakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa? perhatikan kembali karakteristik model dan materi yang akan dibuat. bahwasanya Argumentasi ilmiah adalah sebuah pernyataan yang didukung oleh beberapa bukti atau fakta yang diukur atau diamati dari kegiatan penyelidikan dan menghubungkan itu semua secara bersama-sama dengan fakta ilmu pengetahuan. Dasar tulisan yang bersifat argumentatif ini adalah berpikir kritis dan logis, sehingga pemikirannya didasarkan pada fakta-fakta atau bukti-bukti yang ada (Keraf, 2007). Oleh karena itu melalui argumentasi, peserta didik dapat berusaha menunjukkan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga mereka mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu klaim benar atau tidak.
BalasHapusBagaimana cara kita melihat keefektifan dari rubrik penilaian argumentasi ?
HapusSaya sependapat dengan saudari Tri,
Dalam pemilihan model kita perlu menyesuailan antara sintak model dan karakteristik materi, Argumentasi merupakan usaha yang dilakukan seseorang dalam menyampaikan suatu pendapat yang disertai fakta yang menguatkan pendapat tersebut.
argumentasi memuat tiga aspek meliputi claim, evidence, dan reasoning. Claim merupakan pernyataan yang menjawab permasalahan. Evidence merupakan data ilmiah yang mendukung suatu pernyataan. Reasoning merupakan suatu alasan atau pembenaran yang menghubungkan pernyataan dengan bukti.
bagaimana mengukur kecocokan antara berbagai model pembelajaran yang ada dengan kemampuan argumentasi ? apakan semua model cocok untuk dilihat kemampuan argumentasi siswa.
BalasHapussebaiknya diperhatikan dulu poin materi yang akan digunakan, kemudian pilih model yang kita gunakan, lalu antara model dan materi sudah harus sesuai agar mudah bisa memperkirakan apakah model ini cocok dengan menggunakan pola penilaian argumentasi.menurut saya dengan adanya penyesuaian materi, model dan penilaian artinya tidak smeua model bisa menggunakan pola penilaian kemampuan argumentasi. jika memang ada keseuaian antara model, materi dan kemampuan argumentasi maka untuk memperjelas adanya keselarasan yang diperlukan adalah dengan membuat bagan atau matriks hubungan antara model dan kemampuan argumentasi, agar memudahkan kita membuat rubrik penilaiannya, jika tidak ada hubungan yag signifikan, artinya tidak bisa dilakukan penilaian argumentasi