Jumat, 15 Februari 2019

Materi II : Penillaian Otentik untuk Praktikum pada Pembelajaran Kimia


Rubrik Penilaian keterampilan Dasar bekerja di Laboratorium Kimia Sekolah
            Keretampilan dalam setiap bekerja sangat dibutuhkan terlebih di Laboratorium. Dalam bekerja tentunya memiliki rambu – rambu untuk dapat mencapai target .Target tidak terlepas dari Proses dan Penilaian.  Dalam hal ini Penilaian unjuk kerja  harus bermakna, autentik dan dapat mengukur penguasaan siswa. Autentik artinya realistis atau sesuai dengan kehidupan nyata. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga, presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi.
            Standar diperlukan dalam penilaian kinerja untuk mengidentifikasi secara jelas apa yang seharusnya siswa ketahui dan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan. Standar tersebut dikenal dengan istilah rubrik. Rubrik dapat dinyatakan sebagai panduan pemberian skor yang menunjukkan sejumlah kriteria performance pada proses atau hasil yang diharapkan. Rubrik terdiri atas gradasi mutu kinerja siswa mulai dari kinerja yang paling buruk hingga kinerja yang paling baik disertai dengan skor untuk setiap gradasi mutu tersebut. Dengan mengacu pada rubrik inilah guru memberikan nilai terhadap kinerja siswa.
            Penilaian kinerja dapat menliai proses dan produk pembelajaran. Pada pembelajaran kimia, penilaian kinerja lebih menekankan proses apabila dibandingkan dengan hasil. Penilaian proses secara langsung tentu lebih baik karena dapat memantau kemampuan siswa secara otentik. Namun seringkali penilaian proses secara langsung tersebut tidak dimungkinkan karena pengerjaan tugas siswa memerlukan waktu lama sehingga siswa harus mengerjakannya di luar jam pelajaran sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, penilaian terhadap proses dan usaha siswa dapat dilakukan terhadap produk. Misalnya untuk menilai kemampuan siswa membuat koloid maka guru kimia dapat melihat hasil produk koloid siswa. Melalui produk tersebut dapat dilihat kemampuan siswa dalam melakukan tahapan pembuatan koloid dan usahanya. Usaha dan kemajuan belajar mendapatkan penghargaan dalam penilaian kinerja. Hal tersebut menyebabkan penilaian kinerja memiliki keunggulan untuk pembelajaran kimia bila dibandingkan dengan tes tradisional yang berorientasi pada pencapaian hasil belajar.
Dalam penilaian kerja dilaboratorium, terdapat 7 aspek yang dinilai, yaitu:
1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
2. Menyiapkan alat
Menyiapkan alat yang digunakan sesuai dengan yang diperlukan dalam percobaan.
3. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
4. Melakukan percobaan
Dalam melakukan praktikum siswa harus mampu menyelesaikan praktikum sesui dengan prosedur percobaan.
5. Mengumpulkan data
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan.
6. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
7. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
menurut saya dalam kegiatan eksperimen dalam laboraturium tidak cukup dengan penilaian lembar observasi saja tetapi harus dilengkapi dengan penilaian portofolio juga. karena dalam bentuk kegiatan eksperimennya dinilai dengn lembar observasi, hasil esperimen siswa dililai dalam bentuk portofolio. adan ada satu lagi penilaian dalam laboraturium yang penting adalah penilaian psikomotor siswa yaitu pengetahuan awal siswa untuk praktikum yang akan dilakukan, siswa diberikan terlebih dahulu preetes dalam bentuk penilaian soal.

Penilaian autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran.

Implementasi penilaian autentik didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut;
1. Proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian terpisah dari proses pembelajaran (apart of,not apart from instruction),
2. Penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata (real world problems), bukan masalah dunia sekolah (schoolwork-kind of problems),
3. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metoda dan criteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar,
4. Penilaian harus bersifat holistic yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (sikap, keterampilan, dan pengetahuan).

Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.

Penilaian Keterampilan
Ada dua ranah keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah abstrak dan ranah konkret. Pada ranah abstrak cenderung pada keterampilan seperti menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan pada kemampuan mental (berpikir) tanpa bantuan alat. Sedangkan untuk ranah konkret cenderung pada kemampuan fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi, dan mencipta dengan bantuan alat. Penilaian aspek keterampilan dapat dilakukan melalui tes praktik, proyek, atau portofolio.

Tes Praktik
Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik pada waktu melakukan praktik Kimia. Dalam tes praktik perlu dibuat rubrik penilaian, yaitu daftar kriteria yang menunjukkan kinerja dan aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai, dan gradasi mutu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan praktik di laboratorium, misalnya praktik mengenai “Daya hantar listrik pada berbagai larutan”.

Contoh rubrik penilaiannya sebagai berikut:
NO
ASPEK YANG DINILAI
PENILAIAN
1
2
3
1
Merangkai alat
Rangkaian alat tidak benar
Rangkaian alat benar, tapi tidak rapi
Rangkaian alat benar dan rapi
2
Pengamatan
Pengamatan tidak cermat
Pengamatan cermat tetapi mengandung interpretasi
Pengamatan cermat dan tidak mengandung interpretasi
3
Data yang diperoleh
Data tidak lengkap
Data lengkap, tetapi tidak terorganisir atau ada yang salah tulis
Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar
4
Kesimpulan
Tidak benar atau tidak sesuai tujuan
Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan
Semua benar atau sesuai tujuan

Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project based assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek dapat mengukur pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain.
Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian khusus dari pendidik.
a)    Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan.
b)    Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik.
c)    Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.

Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan dan hasil proyek. Dalam kaitan ini kegiatan yang harus dilakukan oleh pendidik meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan. Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yang dihasilkan.Contoh tugas proyek Kimia: “Membuat bahan bakar alternatif Naskah Pembelajaran Kimia selain minyak bumi dan gas alam dari bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar peserta didik”.
 Berikut diberikan contoh penilaian pada percobaan agar siswa memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.

KRITERIA
KURANG (1)
CUKUP (2)
BAIK(3)
SANGAT BAIK(4)
Pengertian perubahan fisika dan kimia
Siswa tidak dapat menjawab pengertian perubahan fisika dan kimia.
Siswa dapat menjawab pengertian perubahan fisika dan kimia tetapi tidak lengkap.
Siswa menjawab dengan lengkap sesuai dengan yang ada dibuku.
Siswa menjawab pengertian perubahan fisika dan kimia dengan tepat dan menggunakan bahasanya sendiri.
Penggunaan bahasa dan kejelasan makna
Siswa kurang dapat menggunakan bahasa yang baik.
Siswa menggunakan bahasa yang baik tetapi makna yang disampaikan kurang jelas.
Bahasa yang digunakan baik dan makna yang disampaikan jelas tetapi kurang lengkap.
Bahasa yang digunakan baik, maknanya jelas dan lengkap.
Ciri - ciri perubahan fisika dan kimia
Siswa hanya menjawab satu ciri-ciri perubahan fisika dan kimia.
Siswa menjawab dua ciri-ciri perubahan fisika dan kimia.
Siswa menjawab lebih dari dua ciri-ciri perubahan fisika dan kimia.
Siswa menjawab ciri-ciri perubahan fisika dan kimia dengan disertai contoh
Pemahaman siswa terhadap materi (perubahan fisika dan perubahan kimia)
Pemahaman siswa terhadap materi dalam tingkatan mengingat yang ada dibuku.
Pemahaman siswa cukup baik terhadap materi dengan siswa memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Pemahaman materi baik dan siswa mampu membedakan perubahan fisika dan kimia dilihat dari beberapa aspek.
Pemahaman materi sangat baik dan siswa mampu menganalisis masalah yang berhubungan dengan perubahan fisika dan kimia.
Keterampilan praktikum
Siswa mengetahui nama alat tetapi tidak dapat  menggunakan alat praktikum.
Siswa mengetahui dan dapat menggunakan alat praktikum tetapi kurang tepat.
Siswa dapat menggunakan alat praktikum dengan baik dan tepat, tetapi tidak mengembalikan ketempat semula setelah praktikum.
Siswa dapat menggunakan dengan tepat dan dapat mengembalikan ketempat semula dengan kondisi yang baik setelah praktikum.
Analisa hasil praktikum
Siswa tidak dapat menganalisa data hasil praktikum.
Siswa dapat menganalisa hasil praktikum tetapi kurang tepat.
Siswa tepat menganalisa data hasil praktikum dan mangkaitkan dengan teori tetapi kurang lengkap.
Siswa tepat menganalisa hasil praktikum dengan mengkaitkan dengan teori yang lengkap.
Bukti hasil praktikum dievaluasi secara efektif
Bukti hasil praktikum tidak dievaluasi.
. Tidak semua hasil praktikum dievaluasi secara efektif.
Sebagian hasil praktikum dievaluasi secara efektif.
Setiap hasil praktikum selalu dievaluasi secara efektif.
Kesimpulan
Kesimpulan yang diambil kurang relevan terhadap hasil praktikum dan tidak mengarah pada  tujuan praktikum.
Kesimpulan yang diambil sesuai hasil praktikum tetapi tidak mengarah pada tujuan praktikum.
Kesimpulan sesuai dan mengarah pada tujuan praktikum tetapi bahasa yang digunakan terlalu panjang.
Kesimpulan sesuai dan mengarah pada tujuan praktikum serta bahasa yang digunakan singkat, padat dan jelas.
Keefektifan  kelompok dalam diskusi kelas
Hanya satu orang yang aktif dalam suatu kelompok yang lain pasif
Beberapa orang yang aktif dalam suatu kelompok yang lain pasif.
Semua anggota aktif dalam diskusi tetapi kuarang memberikan argument yang tepat.
Semua aktif dan memberikan argument yang tepat serta dapat menyimpulkan hasil diskusi.

Rubrik Laporan Percobaan            :

No
Aspek
Skor
Keterangan
1
Judul percobaan
0
1

2
Judul percobaan tidak ditulis.
Judul percobaan ditulis tetapi tidak tepat/sesuai dengan tema praktikum.
Judul percobaan ditulis dan tepat.
2
Tujuan percobaan
2
2
Ditulis seperti pada petunjuk praktikum.
Tujuan ditulis dalam bentuk ABCD (audience, behaviour, condition, and degree)
3
Rumusan masalah
0
2


5
Rumusan masalah tidak ditulis.
Rumusan masalah ditulis tetapi tidak mengarah pada hubungan variabel manipulasi dan respon.
Rumusan masalah ditulis dan mengarah pada hubungan variabel manipulasi dan respon.
4
Dasar teori
5

10

15
Memuat teori tetapi kurang relevan dengan meteri praktikum asam-basa.
Memuat secara singkat teori yang relevan dengan meteri praktikum.
Memuat secara lengkap teori yang relevan dengan meteri praktikum.
5
Alat dan bahan
2

5
Alat dan bahan ditulis namun tidak disertai dengan jumlah.
Alat dan bahan ditulis lengkap disertai dengan jumlah dan ukuran.
6
Prosedur kerja
1

2

5
10
Ditulis seperti petunjuk pada praktikum (menggunakan kata perintah).
Ditulis dengan menggunakan kata kerja bukan kata perintah).
Ditulis lengkap tanpa alur kerja.
Ditulis lengkap beserta alur kerja.
7
Data pengamatan
5

7
Data yang ditulis hanya kondisi sesudah perlakuan (setelah diberi indikator  alami).
Data yang ditulis mencakup kondisi sebelum dan sesudah perlakuan.
8
Diskusi dan pembahasan
10

20

25
Membahas hasil pengamatan tanpa menghubungkan dengan dasar teori.
Mengubungkan hasil pengamatan dengan dasar teori namun tidak lengkap.
Menghubungkan hasil pengamatan dengan dasar teori dan dilengkapi dengan bagan serta paragraf yang mengarah pada simpulan.
9
Simpulan
5


10
Simpulan sesuai dengan hasil praktikum tetapi tidak mengarah pada tujuan praktikum.
Simpulan sesuai dengan hasil praktikum dan mengarah pada tujuan praktikum.
10
Daftar pustaka
2
3


5
Tidak semua sumber pustaka ditulis.
Semua sumber pustaka ditulis namun ada satu atau lebih sumber pustaka yang tata tulisannya kurang benar.
Semua sumber pustaka ditulis dan susunannya benar.
11
Jawaban petanyaan
5
Semua pertanyaan yang ada dijawab dengan benar.
12
Laporan sementara
0
5
Laporan sementara tidak dilampirkan.
Laporan sementara dilampirkan.
13
lampiran
0

3
Lampiran foto praktikum (sebelum dan sesudah praktikum) tidak dilampirkan.
Lampiran foto praktikum dilampirkan.
14
Ketepatan waktu mengumpulkan laporan
0

1
3
5
Laporan menyerahkannya lebih dari satu minggu terlambat
Sampai satu minggu terlambat
Sampai dengan dua hari terlambat
Menyerahkan laopran tepat waktu

Penilaian  Kinerja dalam Bentuk daftar Cek
Nama siswa    : ……………………..
Kelas               : ……………………..
No.
ASPEK/KINERJA YANG DIHARAPKAN
Penilaian
Ket
Ya
Tidak

I. PERSIAPAN PRAKTIKUM



1.
Membawa perlengkapan praktikum (alat/bahan yang ditugaskan)



2.
Memakai jas lab dan berpenampilan rapi




II.                SELAMA KEGIATAN PRAKTIKUM




  1. A.    Menggunakan Alat dan Bahan



3.
Mengambil bahan dengan rapi tidak berceceran



4.
Mengambil bahan praktikum sesuai kebutuhan



5.
Mengoperasikan alat dengan benar



6.
Menggunakan alat dan bahan sesuai prosedur praktikum




B. Kemauan, keterampilan mengamati menganalisis dan menyimpulkan hasil praktikum



7.
Memfokuskan perhatian pada kegiatan praktikum/tidak mengajarkan hal-hal lain yng tidak berhubungan dengan prosedur praktikum



8.
Memiliki minat/interes terhadap aktivitas praktikum



9.
Terlibat secara aktif dalam kegiatan praktikum



10.
Mengamatai hasil praktikum dengan cermat



11.
Menafsirkan  hasil pengamatan dengan benar



12.
Menyajikan data secara sistematis dan komunikatif



13.
Menganalisis data secara induktif



14.
Membuat kesimpulan yang sesuai dengan hasil praktikum




III.     KEGIATAN AKHIR PRAKTIKUM



1.
Membersihkan alat yang telah dipakai



2.
Membersihkan meja praktikum dari sampah dan bahan yang telah dipakai



3.
Mengembalikan alat ke tempatnya semula dalam keadaan kering


Dari uraian diatas saya mengajukan beberapa pertanyaan. Pada praktikum, siswa tentunya memiliki kemampuan dasar yang berbeda. Apa yang menjadi patokan acuan dalam menilai kinerja siswa ? instrumen apa yang cocok dipakai ? mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ? jelaskan alasan anda


12 komentar:

  1. saya akan menjawab pertanyaan dhani, mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ?
    menurut saya yang akan lebih cocok yakni observasi aktivitas ssiwa dengan skoring, karena nilai yang diberikan dapat objektif dan lebih spesifik sedangkan checklist menurut saya tidak demikian. namun balik lagi ke gurunya, intinya harus sesuai apa yang akan dinilai dengan apa alat ukur yang digunakan agar hasil penilaian valid, reliabel dan tidak subjektif. tergantung kebutuhan dan keinginan guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan kak rini, dimana lembar observasi dengan format angket terbuka lebih cocok karena dapat menggambarkan seluruh aktifitas siswa secara keseluruhan.

      Hapus
    2. saya sependapat dengan kak rini bahwa lebih cocok penilain kerja dalam bentuk skor karena lebih objektif dan spesifik.

      Hapus
  2. dalam praktikum jika tidak membuat suatu produk maka instrumen yang cocok adalah lembar observasi dalam menilai keterampilan kinerja dalam pelaksanaan praktikum dan juga portofolio atau yang disebut juga dengan laporan kerja setelah praktikum. Kedua ini saling melengkapi dalam penilaian psikomotor dalam pelaksanaan praktikum kimia dilaboratorium.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan rini mengenai masalah instrumen apa yang dapat digunakan yaitu dalam praktikum jika tidak membuat suatu produk maka instrumen yang cocok adalah lembar observasi dalam menilai keterampilan kinerja dalam pelaksanaan praktikum dan juga portofolio atau yang disebut juga dengan laporan kerja setelah praktikum. Kedua ini saling melengkapi dalam penilaian psikomotor dalam pelaksanaan praktikum kimia dilaboratorium.

      Hapus
  3. Apa yang menjadi patokan acuan dalam menilai kinerja siswa ? 
    Menurut saya patokan/acuan ini kembali lagi pada indikator dan tujuan dari percobaan yg dilakukan, dengan demikian kita memiliki tolak ukur untuk mencapai tujuan.

    BalasHapus

  4. nah, dalam membentuk keterampilan dasar laboratorium ini harus terlebih dahulu di demonstrasikan kepada siswa sehingga nanti siswa akan terasah dan keterampilan dasar ini akan terbentuk. dan saya sependapat dengan teman" bahwa instrumen yang dipakai harus sesuai dengan apa yang ingin dinilai.

    BalasHapus
  5. mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ?
    Menurut saya yaitu dengan menggunakan point, dengan menggunaka point/skor kita bisa mengetahui persentasenya bisa dihitung totalnya dan mengetahui tingkat pemahaman berdasarkan persentase, sedangkan dengan daftar check kita hanya sebatas tau dia mampu atau sdh sesuai pemahaman namun tidak tau seberapa banyak atau seberapa persen yang dipahaminya dari soal tsb misalnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dgn kk melda yg bagus itu dengan skor karena penilaian lebih jelas dn objektif. Mungkin bisa di tambahkan lagi dengan penjelasan kriteria misalnya jdi tau batas mana kemampuan siswa itu

      Hapus
  6. mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ?
    menurut saya kecocokan penilaian kerja siswa ini tergantung dari kemampuan guru, dan mana yang disenagi guru. karena setiap guru memiliki keinginan dan tujuan yang berbeda. sehingga instrumen yang akan digunakan dalam penilaian adalah instrumen yang mudah dia gunakan.

    BalasHapus
  7. mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ? jelaskan alasan anda
    kedua tes itu pada dasarnya sama, yaitu sama2 dalam bentuk abstrak, maka alangkah lebih baiknya dijelaskan dalam bentuk deskripsi disertai rentang nilainya

    BalasHapus
  8. Menanggapi permasalahan dimana Pada praktikum, siswa tentunya memiliki kemampuan dasar yang berbeda. Apa yang menjadi patokan acuan dalam menilai kinerja siswa ? instrumen apa yang cocok dipakai ?
    Yang menjadi acuan adalah aspek ketelitian dan kerajinan dimana aspek ini bersifat umum dan bukan merupakan keterampilan khusus. rubrik penilaian yang cocok digunakan adalah daftar cek list dengan pilihan: sangat baik, baik, sedang, cukup. atau bentuk lain yang relevan

    BalasHapus