Rubrik Penilaian keterampilan Dasar bekerja di
Laboratorium Kimia Sekolah
Keretampilan dalam setiap bekerja
sangat dibutuhkan terlebih di Laboratorium. Dalam bekerja tentunya memiliki
rambu – rambu untuk dapat mencapai target .Target tidak terlepas dari Proses
dan Penilaian. Dalam hal ini Penilaian
unjuk kerja harus bermakna, autentik dan
dapat mengukur penguasaan siswa. Autentik artinya realistis atau sesuai dengan
kehidupan nyata. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian
penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu,
seperti: praktik di bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga,
presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, dan
membaca puisi/deklamasi.
Standar diperlukan dalam penilaian kinerja untuk
mengidentifikasi secara jelas apa yang seharusnya siswa ketahui dan apa yang
seharusnya siswa dapat lakukan. Standar tersebut dikenal dengan istilah rubrik.
Rubrik dapat dinyatakan sebagai panduan pemberian skor yang menunjukkan
sejumlah kriteria performance pada proses atau hasil yang diharapkan.
Rubrik terdiri atas gradasi mutu kinerja siswa mulai dari kinerja yang paling
buruk hingga kinerja yang paling baik disertai dengan skor untuk setiap gradasi
mutu tersebut. Dengan mengacu pada rubrik inilah guru memberikan nilai terhadap
kinerja siswa.
Penilaian kinerja dapat menliai
proses dan produk pembelajaran. Pada pembelajaran kimia, penilaian kinerja
lebih menekankan proses apabila dibandingkan dengan hasil. Penilaian proses
secara langsung tentu lebih baik karena dapat memantau kemampuan siswa secara otentik.
Namun seringkali penilaian proses secara langsung tersebut tidak dimungkinkan
karena pengerjaan tugas siswa memerlukan waktu lama sehingga siswa harus
mengerjakannya di luar jam pelajaran sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut,
penilaian terhadap proses dan usaha siswa dapat dilakukan terhadap produk.
Misalnya untuk menilai kemampuan siswa membuat koloid maka guru kimia dapat
melihat hasil produk koloid siswa. Melalui produk tersebut dapat dilihat
kemampuan siswa dalam melakukan tahapan pembuatan koloid dan usahanya. Usaha
dan kemajuan belajar mendapatkan penghargaan dalam penilaian kinerja. Hal
tersebut menyebabkan penilaian kinerja memiliki keunggulan untuk pembelajaran
kimia bila dibandingkan dengan tes tradisional yang berorientasi pada pencapaian
hasil belajar.
Dalam
penilaian kerja dilaboratorium, terdapat 7 aspek yang dinilai, yaitu:
1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
2. Menyiapkan alat
Menyiapkan alat yang digunakan sesuai dengan yang diperlukan dalam percobaan.
3. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
4. Melakukan percobaan
Dalam melakukan praktikum siswa harus mampu menyelesaikan praktikum sesui dengan prosedur percobaan.
5. Mengumpulkan data
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan.
6. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
7. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
menurut saya dalam kegiatan eksperimen dalam laboraturium tidak cukup dengan penilaian lembar observasi saja tetapi harus dilengkapi dengan penilaian portofolio juga. karena dalam bentuk kegiatan eksperimennya dinilai dengn lembar observasi, hasil esperimen siswa dililai dalam bentuk portofolio. adan ada satu lagi penilaian dalam laboraturium yang penting adalah penilaian psikomotor siswa yaitu pengetahuan awal siswa untuk praktikum yang akan dilakukan, siswa diberikan terlebih dahulu preetes dalam bentuk penilaian soal.
1. Teknik dasar kerja laboratorium
Berupa penggunaan alat, pemahaman sifat zat, pencucian dan pembuatan larutan, penanganan limbah, pemeliharaan alat dan bahan.
2. Menyiapkan alat
Menyiapkan alat yang digunakan sesuai dengan yang diperlukan dalam percobaan.
3. Perakitan Alat
Dalam melakukan praktikum, siswa harus mampu merakit alat percobaan sehingga dapat digunakan dalam praktikum.
4. Melakukan percobaan
Dalam melakukan praktikum siswa harus mampu menyelesaikan praktikum sesui dengan prosedur percobaan.
5. Mengumpulkan data
Dari data pengamatan dan laporan yang dikerjakan.
6. Intrepretasi data
Data yang diperoleh harus akurat dan reliabilitas, oleh karena itu untuk memperolehnya dapat menggunakan berbagai alat ukur.
contoh pada penentuan sifat asam basa suatu zat dapat diuji dengan berbagai alat uji, misal indikator alami, kertas lakmus, indikator universal, pH meter.
7. Referensi Ilmiah
Setelah melakukan praktikum dan memperoleh data pengamatan, hasil percobaan dibahas dan dihubungkan dengan konsep yang mendukung data pengamatan. Diperlukan beberapa referensi ilmiah dalam mengerjakan laporan praktikum.
menurut saya dalam kegiatan eksperimen dalam laboraturium tidak cukup dengan penilaian lembar observasi saja tetapi harus dilengkapi dengan penilaian portofolio juga. karena dalam bentuk kegiatan eksperimennya dinilai dengn lembar observasi, hasil esperimen siswa dililai dalam bentuk portofolio. adan ada satu lagi penilaian dalam laboraturium yang penting adalah penilaian psikomotor siswa yaitu pengetahuan awal siswa untuk praktikum yang akan dilakukan, siswa diberikan terlebih dahulu preetes dalam bentuk penilaian soal.
Penilaian
autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses
dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari
mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus,
hingga yang jenius. Penilaian autentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang
ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya
pada proses dan hasil pembelajaran.
Implementasi penilaian autentik didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai
berikut;
1. Proses penilaian harus
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian
terpisah dari proses pembelajaran (apart of,not apart from instruction),
2. Penilaian harus
mencerminkan masalah dunia nyata (real world problems), bukan masalah dunia
sekolah (schoolwork-kind of problems),
3. Penilaian harus menggunakan
berbagai ukuran, metoda dan criteria yang sesuai dengan karakteristik dan
esensi pengalaman belajar,
4. Penilaian harus bersifat
holistic yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (sikap,
keterampilan, dan pengetahuan).
Hasil penilaian autentik dapat
digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial),
pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian
autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran
yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.
Penilaian Keterampilan
Ada dua ranah keterampilan yang dapat dikembangkan
sesuai dengan kompetensi lulusan tingkat SMA yang diharapkan, yaitu ranah
abstrak dan ranah konkret. Pada ranah abstrak cenderung pada keterampilan
seperti menyaji, mengolah, menalar, dan mencipta dengan dominan pada kemampuan
mental (berpikir) tanpa bantuan alat. Sedangkan untuk ranah konkret cenderung
pada kemampuan fisik seperti menggunakan alat, mencoba, membuat, memodifikasi,
dan mencipta dengan bantuan alat. Penilaian aspek keterampilan dapat dilakukan
melalui tes praktik, proyek, atau portofolio.
Tes Praktik
Tes praktik dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik pada waktu melakukan praktik Kimia. Dalam tes praktik
perlu dibuat rubrik penilaian, yaitu daftar kriteria yang menunjukkan kinerja
dan aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai, dan gradasi mutu.
Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta
didik melakukan praktik di laboratorium, misalnya praktik mengenai “Daya hantar
listrik pada berbagai larutan”.
Contoh rubrik penilaiannya
sebagai berikut:
NO
|
ASPEK YANG DINILAI
|
PENILAIAN
|
||
1
|
2
|
3
|
||
1
|
Merangkai alat
|
Rangkaian alat tidak benar
|
Rangkaian alat benar, tapi tidak rapi
|
Rangkaian alat benar dan rapi
|
2
|
Pengamatan
|
Pengamatan tidak cermat
|
Pengamatan cermat tetapi mengandung interpretasi
|
Pengamatan cermat dan tidak mengandung interpretasi
|
3
|
Data yang diperoleh
|
Data tidak lengkap
|
Data lengkap, tetapi tidak terorganisir atau ada yang salah tulis
|
Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar
|
4
|
Kesimpulan
|
Tidak benar atau tidak sesuai tujuan
|
Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan
|
Semua benar atau sesuai tujuan
|
Penilaian Proyek
Penilaian
proyek (project based assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas
yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penyelesaian
tugas dimaksud berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari
perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan
penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek dapat mengukur pemahaman,
mengaplikasikan, penyelidikan, dan lain-lain.
Selama
mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan
untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada
setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang memerlukan perhatian
khusus dari pendidik.
a)
Keterampilan peserta didik dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data,
mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan
menulis laporan.
b)
Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik.
c) Keaslian
sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.
Penilaian
proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan dan hasil proyek. Dalam kaitan ini
kegiatan yang harus dilakukan oleh pendidik meliputi penyusunan rancangan dan
instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan.
Produk akhir dari sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus.
Penilaian produk dari sebuah proyek dimaksudkan untuk menilai kualitas dan
bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian secara analitik
merujuk pada semua kriteria yang harus dipenuhi untuk menghasilkan produk
tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara
keseluruhan atas produk yang dihasilkan.Contoh tugas proyek Kimia: “Membuat
bahan bakar alternatif Naskah Pembelajaran Kimia selain minyak bumi dan gas
alam dari bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar peserta didik”.
Berikut diberikan contoh penilaian pada
percobaan agar siswa memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia.
KRITERIA
|
KURANG (1)
|
CUKUP (2)
|
BAIK(3)
|
SANGAT BAIK(4)
|
Pengertian
perubahan fisika dan kimia
|
Siswa
tidak dapat menjawab pengertian perubahan fisika dan kimia.
|
Siswa
dapat menjawab pengertian perubahan fisika dan kimia tetapi tidak lengkap.
|
Siswa
menjawab dengan lengkap sesuai dengan yang ada dibuku.
|
Siswa
menjawab pengertian perubahan fisika dan kimia dengan tepat dan menggunakan
bahasanya sendiri.
|
Penggunaan
bahasa dan kejelasan makna
|
Siswa
kurang dapat menggunakan bahasa yang baik.
|
Siswa
menggunakan bahasa yang baik tetapi makna yang disampaikan kurang jelas.
|
Bahasa
yang digunakan baik dan makna yang disampaikan jelas tetapi kurang lengkap.
|
Bahasa
yang digunakan baik, maknanya jelas dan lengkap.
|
Ciri -
ciri perubahan fisika dan kimia
|
Siswa
hanya menjawab satu ciri-ciri perubahan fisika dan kimia.
|
Siswa
menjawab dua ciri-ciri perubahan fisika dan kimia.
|
Siswa
menjawab lebih dari dua ciri-ciri perubahan fisika dan kimia.
|
Siswa
menjawab ciri-ciri perubahan fisika dan kimia dengan disertai contoh
|
Pemahaman
siswa terhadap materi (perubahan fisika dan perubahan kimia)
|
Pemahaman
siswa terhadap materi dalam tingkatan mengingat yang ada dibuku.
|
Pemahaman
siswa cukup baik terhadap materi dengan siswa memberi contoh dalam kehidupan
sehari-hari.
|
Pemahaman
materi baik dan siswa mampu membedakan perubahan fisika dan kimia dilihat
dari beberapa aspek.
|
Pemahaman
materi sangat baik dan siswa mampu menganalisis masalah yang berhubungan
dengan perubahan fisika dan kimia.
|
Keterampilan
praktikum
|
Siswa
mengetahui nama alat tetapi tidak dapat menggunakan alat praktikum.
|
Siswa
mengetahui dan dapat menggunakan alat praktikum tetapi kurang tepat.
|
Siswa
dapat menggunakan alat praktikum dengan baik dan tepat, tetapi tidak
mengembalikan ketempat semula setelah praktikum.
|
Siswa
dapat menggunakan dengan tepat dan dapat mengembalikan ketempat semula dengan
kondisi yang baik setelah praktikum.
|
Analisa
hasil praktikum
|
Siswa
tidak dapat menganalisa data hasil praktikum.
|
Siswa
dapat menganalisa hasil praktikum tetapi kurang tepat.
|
Siswa
tepat menganalisa data hasil praktikum dan mangkaitkan dengan teori tetapi
kurang lengkap.
|
Siswa
tepat menganalisa hasil praktikum dengan mengkaitkan dengan teori yang
lengkap.
|
Bukti
hasil praktikum dievaluasi secara efektif
|
Bukti
hasil praktikum tidak dievaluasi.
|
. Tidak
semua hasil praktikum dievaluasi secara efektif.
|
Sebagian
hasil praktikum dievaluasi secara efektif.
|
Setiap
hasil praktikum selalu dievaluasi secara efektif.
|
Kesimpulan
|
Kesimpulan
yang diambil kurang relevan terhadap hasil praktikum dan tidak mengarah
pada tujuan praktikum.
|
Kesimpulan
yang diambil sesuai hasil praktikum tetapi tidak mengarah pada tujuan
praktikum.
|
Kesimpulan
sesuai dan mengarah pada tujuan praktikum tetapi bahasa yang digunakan
terlalu panjang.
|
Kesimpulan
sesuai dan mengarah pada tujuan praktikum serta bahasa yang digunakan
singkat, padat dan jelas.
|
Keefektifan
kelompok dalam diskusi kelas
|
Hanya satu
orang yang aktif dalam suatu kelompok yang lain pasif
|
Beberapa
orang yang aktif dalam suatu kelompok yang lain pasif.
|
Semua
anggota aktif dalam diskusi tetapi kuarang memberikan argument yang tepat.
|
Semua
aktif dan memberikan argument yang tepat serta dapat menyimpulkan hasil
diskusi.
|
Rubrik
Laporan
Percobaan :
No
|
Aspek
|
Skor
|
Keterangan
|
1
|
Judul
percobaan
|
0
1
2
|
Judul
percobaan tidak ditulis.
Judul
percobaan ditulis tetapi tidak tepat/sesuai dengan tema praktikum.
Judul
percobaan ditulis dan tepat.
|
2
|
Tujuan
percobaan
|
2
2
|
Ditulis
seperti pada petunjuk praktikum.
Tujuan
ditulis dalam bentuk ABCD (audience, behaviour, condition, and degree)
|
3
|
Rumusan
masalah
|
0
2
5
|
Rumusan
masalah tidak ditulis.
Rumusan
masalah ditulis tetapi tidak mengarah pada hubungan variabel manipulasi dan
respon.
Rumusan
masalah ditulis dan mengarah pada hubungan variabel manipulasi dan respon.
|
4
|
Dasar
teori
|
5
10
15
|
Memuat
teori tetapi kurang relevan dengan meteri praktikum asam-basa.
Memuat
secara singkat teori yang relevan dengan meteri praktikum.
Memuat
secara lengkap teori yang relevan dengan meteri praktikum.
|
5
|
Alat dan
bahan
|
2
5
|
Alat dan
bahan ditulis namun tidak disertai dengan jumlah.
Alat dan
bahan ditulis lengkap disertai dengan jumlah dan ukuran.
|
6
|
Prosedur
kerja
|
1
2
5
10
|
Ditulis
seperti petunjuk pada praktikum (menggunakan kata perintah).
Ditulis
dengan menggunakan kata kerja bukan kata perintah).
Ditulis
lengkap tanpa alur kerja.
Ditulis
lengkap beserta alur kerja.
|
7
|
Data
pengamatan
|
5
7
|
Data yang
ditulis hanya kondisi sesudah perlakuan (setelah diberi indikator
alami).
Data yang
ditulis mencakup kondisi sebelum dan sesudah perlakuan.
|
8
|
Diskusi
dan pembahasan
|
10
20
25
|
Membahas
hasil pengamatan tanpa menghubungkan dengan dasar teori.
Mengubungkan
hasil pengamatan dengan dasar teori namun tidak lengkap.
Menghubungkan
hasil pengamatan dengan dasar teori dan dilengkapi dengan bagan serta
paragraf yang mengarah pada simpulan.
|
9
|
Simpulan
|
5
10
|
Simpulan
sesuai dengan hasil praktikum tetapi tidak mengarah pada tujuan praktikum.
Simpulan
sesuai dengan hasil praktikum dan mengarah pada tujuan praktikum.
|
10
|
Daftar
pustaka
|
2
3
5
|
Tidak
semua sumber pustaka ditulis.
Semua
sumber pustaka ditulis namun ada satu atau lebih sumber pustaka yang tata
tulisannya kurang benar.
Semua
sumber pustaka ditulis dan susunannya benar.
|
11
|
Jawaban
petanyaan
|
5
|
Semua
pertanyaan yang ada dijawab dengan benar.
|
12
|
Laporan
sementara
|
0
5
|
Laporan
sementara tidak dilampirkan.
Laporan
sementara dilampirkan.
|
13
|
lampiran
|
0
3
|
Lampiran
foto praktikum (sebelum dan sesudah praktikum) tidak dilampirkan.
Lampiran
foto praktikum dilampirkan.
|
14
|
Ketepatan
waktu mengumpulkan laporan
|
0
1
3
5
|
Laporan
menyerahkannya lebih dari satu minggu terlambat
Sampai
satu minggu terlambat
Sampai
dengan dua hari terlambat
Menyerahkan
laopran tepat waktu
|
Penilaian
Kinerja dalam Bentuk daftar Cek
Nama siswa
: ……………………..
Kelas
: ……………………..
No.
|
ASPEK/KINERJA YANG DIHARAPKAN
|
Penilaian
|
Ket
|
|
Ya
|
Tidak
|
|||
I.
PERSIAPAN PRAKTIKUM
|
||||
1.
|
Membawa
perlengkapan praktikum (alat/bahan yang ditugaskan)
|
|||
2.
|
Memakai
jas lab dan berpenampilan rapi
|
|||
II.
SELAMA KEGIATAN PRAKTIKUM
|
||||
|
||||
3.
|
Mengambil
bahan dengan rapi tidak berceceran
|
|||
4.
|
Mengambil
bahan praktikum sesuai kebutuhan
|
|||
5.
|
Mengoperasikan
alat dengan benar
|
|||
6.
|
Menggunakan
alat dan bahan sesuai prosedur praktikum
|
|||
B. Kemauan, keterampilan
mengamati menganalisis dan menyimpulkan hasil praktikum
|
||||
7.
|
Memfokuskan
perhatian pada kegiatan praktikum/tidak mengajarkan hal-hal lain yng tidak
berhubungan dengan prosedur praktikum
|
|||
8.
|
Memiliki
minat/interes terhadap aktivitas praktikum
|
|||
9.
|
Terlibat
secara aktif dalam kegiatan praktikum
|
|||
10.
|
Mengamatai
hasil praktikum dengan cermat
|
|||
11.
|
Menafsirkan
hasil pengamatan dengan benar
|
|||
12.
|
Menyajikan
data secara sistematis dan komunikatif
|
|||
13.
|
Menganalisis
data secara induktif
|
|||
14.
|
Membuat
kesimpulan yang sesuai dengan hasil praktikum
|
|||
III.
KEGIATAN AKHIR PRAKTIKUM
|
||||
1.
|
Membersihkan
alat yang telah dipakai
|
|||
2.
|
Membersihkan
meja praktikum dari sampah dan bahan yang telah dipakai
|
|||
3.
|
Mengembalikan
alat ke tempatnya semula dalam keadaan kering
|
|||
Dari uraian
diatas saya mengajukan beberapa pertanyaan. Pada praktikum, siswa tentunya
memiliki kemampuan dasar yang berbeda. Apa yang menjadi patokan acuan dalam
menilai kinerja siswa ? instrumen apa yang cocok dipakai ? mana yang lebih
cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau
skor ? jelaskan alasan anda
saya akan menjawab pertanyaan dhani, mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ?
BalasHapusmenurut saya yang akan lebih cocok yakni observasi aktivitas ssiwa dengan skoring, karena nilai yang diberikan dapat objektif dan lebih spesifik sedangkan checklist menurut saya tidak demikian. namun balik lagi ke gurunya, intinya harus sesuai apa yang akan dinilai dengan apa alat ukur yang digunakan agar hasil penilaian valid, reliabel dan tidak subjektif. tergantung kebutuhan dan keinginan guru.
Saya setuju dengan kak rini, dimana lembar observasi dengan format angket terbuka lebih cocok karena dapat menggambarkan seluruh aktifitas siswa secara keseluruhan.
Hapussaya sependapat dengan kak rini bahwa lebih cocok penilain kerja dalam bentuk skor karena lebih objektif dan spesifik.
Hapusdalam praktikum jika tidak membuat suatu produk maka instrumen yang cocok adalah lembar observasi dalam menilai keterampilan kinerja dalam pelaksanaan praktikum dan juga portofolio atau yang disebut juga dengan laporan kerja setelah praktikum. Kedua ini saling melengkapi dalam penilaian psikomotor dalam pelaksanaan praktikum kimia dilaboratorium.
BalasHapussaya sependapat dengan rini mengenai masalah instrumen apa yang dapat digunakan yaitu dalam praktikum jika tidak membuat suatu produk maka instrumen yang cocok adalah lembar observasi dalam menilai keterampilan kinerja dalam pelaksanaan praktikum dan juga portofolio atau yang disebut juga dengan laporan kerja setelah praktikum. Kedua ini saling melengkapi dalam penilaian psikomotor dalam pelaksanaan praktikum kimia dilaboratorium.
HapusApa yang menjadi patokan acuan dalam menilai kinerja siswa ?
BalasHapusMenurut saya patokan/acuan ini kembali lagi pada indikator dan tujuan dari percobaan yg dilakukan, dengan demikian kita memiliki tolak ukur untuk mencapai tujuan.
BalasHapusnah, dalam membentuk keterampilan dasar laboratorium ini harus terlebih dahulu di demonstrasikan kepada siswa sehingga nanti siswa akan terasah dan keterampilan dasar ini akan terbentuk. dan saya sependapat dengan teman" bahwa instrumen yang dipakai harus sesuai dengan apa yang ingin dinilai.
mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ?
BalasHapusMenurut saya yaitu dengan menggunakan point, dengan menggunaka point/skor kita bisa mengetahui persentasenya bisa dihitung totalnya dan mengetahui tingkat pemahaman berdasarkan persentase, sedangkan dengan daftar check kita hanya sebatas tau dia mampu atau sdh sesuai pemahaman namun tidak tau seberapa banyak atau seberapa persen yang dipahaminya dari soal tsb misalnya
Saya setuju dgn kk melda yg bagus itu dengan skor karena penilaian lebih jelas dn objektif. Mungkin bisa di tambahkan lagi dengan penjelasan kriteria misalnya jdi tau batas mana kemampuan siswa itu
Hapusmana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ?
BalasHapusmenurut saya kecocokan penilaian kerja siswa ini tergantung dari kemampuan guru, dan mana yang disenagi guru. karena setiap guru memiliki keinginan dan tujuan yang berbeda. sehingga instrumen yang akan digunakan dalam penilaian adalah instrumen yang mudah dia gunakan.
mana yang lebih cocok penilain kerja dalam bentuk daftar cek atau yang menggunakan point atau skor ? jelaskan alasan anda
BalasHapuskedua tes itu pada dasarnya sama, yaitu sama2 dalam bentuk abstrak, maka alangkah lebih baiknya dijelaskan dalam bentuk deskripsi disertai rentang nilainya
Menanggapi permasalahan dimana Pada praktikum, siswa tentunya memiliki kemampuan dasar yang berbeda. Apa yang menjadi patokan acuan dalam menilai kinerja siswa ? instrumen apa yang cocok dipakai ?
BalasHapusYang menjadi acuan adalah aspek ketelitian dan kerajinan dimana aspek ini bersifat umum dan bukan merupakan keterampilan khusus. rubrik penilaian yang cocok digunakan adalah daftar cek list dengan pilihan: sangat baik, baik, sedang, cukup. atau bentuk lain yang relevan